Oleh: Indonesian Children | November 28, 2009

TITIK TAUT HUKUM PERDATA INTERNASIONAL

Berdasarkan pendekatan tradisional, proses penelesaian perkara HPI sebenarnya dimulai dengan evaluasi terhadap titik-titik taut (primer) dan setelah mengalami proses kualifikasi fakta, konsep titik taut kembali digunakan dalam rangka menentukan hukum yang akan diberlakukan dalam perkara HPI yang bersangkutan.
Secara sederhana, titik-titik taut didefinisikan sebagai Fakta-fakta di dalam sekumpulan fakta perkara (HPI) yang menunjukkan pertautan antara perkara itu dengan suatu tempat di Negara tertentu, dan karena itu menciptakan relevensi antara perkara yang bersankutan dengan kemungkinan berlakunya system/aturan hukum intern dari tempat itu.

Beberapa contoh yang menunjukkan adanya kaitan antara fakta-fakta yang ada di perkara dengan suatu tempat/Negara dan juga system hukum Negara-negara tertentu misalanya pertautan karena:

  • Kewarganegaraan pihak pewaris (Jerman)
  • empat kediaman tetap (domisili) pewaris (Inggris)
  • Letak benda (situs rei) (Italia, Inggris, Jerman)
  • Tempat perbuatan hukum dilakukan (pembuatan testament) (Prancis)
  • Tempat perkara diajukan (forum) (Jerman)

Prof.E.J. Cohn, berpandangan bahwa salah satu objek dari HPI adalah untuk meletakkan aturan-aturan dalam rangka memilih hukum yang akan diberlakukan (rules for the choice of law). Choice of Law Rules itu adalah aturan-aturan yang menegaskan hukum apa yang seharusnya mengatur suatu perkara yang mengandung unsure asing. Usaha pemilihan hukum ini, hampir selalu bergantung pada titik-titik taut yang akan menunjukkan system hukum apa yang relevan dengan sekumpulan fakta yang tengah dihadapi.
Menurut Cohn, beberapa titik taut lain yang penting adalah:
1. Hukum dari tempat dilaksanakannya perbuatan (lex loci actus)
2. Hukum dari tempat dimana benda-benda tetap terletak (lex rei sitae)
3. Tempat pembuatan dan atau pelaksanaan kontrak (locus contractus/locus solutionis)

Pengertian Titik Taut dalam HPI
Dalam HPI dikenal dua jenis titik taut, yaitu:
1. Titik Taut Primer (Primary Points of Contact)
Yaitu fakta-fakta di dalam sebuah perkara atau peristiwa hukum, yang menunjukkan bahwa peristiwa hukum ini mengandung unsur-unsur asing (foreign elements) dan peristiwa hukum yang dihadapi adalah peristiwa HPI, bukan peristiwa hukum intern/domestic semata.
2. Titik Taut Sekunder (Secondary Points of Contact)
Yaitu fakta-fakta dalam perkara HPI yang akan membantu penentuan hukum manakah yang harus diberlakukan dalam menyelesaikan persoalan HPI yang sedang dihadapi. Titik taut sekunder ini sering disebut dengan titik taut penentu karena fungsinya akan menentukan hukum dari tempat manakah yang akan digunakan sebagai the applicable law dalam menyelesaikan suatu perkara.

Berdasarkan pendekatan HPI tradisional, titik taut sekunder yang bersifat menentukan itu harus ditemukan dalam kaidah HPI lex fori yang relevan dengan perkara. Ada pandangan ang menganggap bahwa penggunaan titik taut secara tradisional dapat menimbulkan dua masalah utama, yaitu:
a. Titik-titik taut yang digunakan secara tradisional tidak selalu menunjuk ke arah pemilihan hukum yang rasional
b. Titik-titik taut yang dipilih seringkali didasarkan pada asumsi tentang adanya kesetaraan atau pararelisme konsep hukum, yang mungkin sebenarnya tidak ada.

Karena itu sebagai jalan keluar terhadap masalah semacam itu diusulkan agar suatu titik taut sebaiknya tidak digunakan jika secara mekanis ternyata akan menunjuk kea rah suatu system hukum yang sama sekali tidak relevan dengan perkara ang sedang dihadapi. Substansi dari suatu tata hukum asing yang ditunjuk harus menunjukkan relevansi tertentu yang signifikan, dalam arti bahwa kaidah hukum asing yang kemudian ditunjuk adalah kaidah hukum yang juga akan digunakan dalam perkara-perkara domestic sejenis di Negara yang bersangkutan.

 

KORAN DEMOKRASI INDONESIA

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com 

http://korandemokrasiindonesia.wordpress.com/

 

 

 

 

                                                                                                 

Copyright © 2009, Koran Demokrasi Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: