Oleh: Indonesian Children | April 22, 2010

Kebutaan Pada Bayi Prematur, Tidak Harus Selalu Malpraktek

Kebutaan Pada Bayi Prematur, Tidak Harus Selalu Malpraktek

Pembuluh Darah Retina Bayi Prematur Memang Belum Sempurna, sehingga beresiko mengalami Gangguan Penglihatan

Kasus orangtua yang mencari keadilan untuk anak kembarnya yang tertimpa masalah kebutaan pada bayi lahir prematur. Kasusnya di SP3 kan oleh Polisi karena dianggap bukan malpraktek. Namun si orangtua bersikeras bahwa hal itu adalah malpraktek karena si bayi sehat sejak lahir. Bahkan sang orang tua harus mengajak si kecil untuk bersusah payah road show kemana-mana untuk mencari keadilan, seperti yang terakhir menemui Ketua PDI Megawati.

Diluar fakta kebenaran yang terjadi pihak manakah yang benar. Memang perbedaan persepsi malpraktek antara pasien dan dokter sering terjadi. Hal ini terjadi karena pasien sebagai masyarakat umum tidak mempunyai pengetahuan yang lebih tentang masalah kesehatan. Sebaliknya kasus ini sering terjadi karena kurangnya komunikasi antara dokter dan pasien sehingga sesuatu yang seharusnya wajar terjadi tetapi dianggap sebagai kesalahan dokter atau malpraktek dokter.

Seperti kasus kebutaan yang terjadi pada bayi prematur yang sebenarnya merupakan salah satu komplikasi wajar dan sering terjadi pada bayi perjalanan dalam perawatan bayi prematur. Tetapi sering di pihak pasien dianggap sebagai tindakan malpraktek. Hal ini juga diragukan oleh pasien, karena memang semua penderita ROP awalnya normal, kasus ini terjadi saat dalam perawatan bayi prematur. Hal ini adalah resiko yang sangat mungkin terjadi pada bayi prematur yang sangat rentan karena ketidak matangan organ tubuhnya. seiring dalam perawatan pasien yang beresiko penuh komplikasi. Tetapi sebenarnya kondisi mata bayi normal saat baru lahirpun tidak bisa dipastikan karena jarang sekali mata bayi diperiksa secara lengkap saat usia 1-2 hari oleh peralatan lengkap oleh dokter mata karena saat itu banyak kondisi lain yang membutuhkan tindakan lebih urgen.

Bayi lahir prematur sering mengalami gangguan dalam beberapa organ tubuhnya. Hal itu karena perkembangan janin yang tidak matang akibat lahir sebelum waktunya. Ketidakmatangan organ tubuh tersebut meliputi mata, paru, otak dan beberapa organ tubuhblainnya.

Salah satu kelainan organ yang bisa muncul adalah kelainan mata. Keadaan itu bisa menyebabkan kebutaan. Kelainan pada mata yang mengancam kebutaan pada bayi prematur adalah retinopathy of prematurity (ROP) atau disebut juga retrolental fibroplasias. ROP adalah penyakit atau gangguan perkembangan pembuluh darah retina pada bayi yang lahir prematur. Inilah yang menyebabkan risiko kebutaan pada anak-anak yang lahir prematur.

Retinopati Pada Bayi Prematur adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada pembentukan pembuluh darah retina pada bayi prematur. Retinopati yang berat ditandai dengan proliferasi pembuluh retina, pembentukan jaringan parut dan pelepasan retina.

Dikatakan, ROP pertama kali dikenal di dunia kedokteran pada 1942. Pada 1952 Campbell berteori bahwa ROP disebabkan pemakaian oksigen yang berlebihan pada pengobatan. Tetapi dewasa ini, didapatkan bahwa tidak hanya oksigen yang menjadi penyebab ROP. Tetapi risiko ROP juga tergantung derajat prematuritas dan komplikasi yang terjadi.

Menurut Windsor L, faktor-faktor risiko terjadinya ROP di antaranya bayi lahir kurang 32 minggu masa gestasi, penyakit jantung, asupan oksigen yang tinggi, berat badan lahir kurang dari 1.500 gram, anemia, kadar karbondioksida yang tinggi, apnea, bradikardia, transfusi darah, perdarahan intraventrikuler, ibu yang kebiasaan merokok, diabetes, preeklamsia.

Adapun angka kejadian ROP pada bayi prematur sekitar 16 persen, pada bayi dengan berat badan lahir kurang dari 1.500gram lebih 50 persen berkembang menjadi ROP.

Bahkan menurut Multicentre Trial of Cryotherapy for Retinopathyof Prematurity, bayi yang memiliki risiko tinggi yaitu bayi dengan berat badan lahir kurang dari 1.250 gram.  Sehingga ROP merupakan penyebab kebutaan tertinggi pada anak-anak di Amerika Serikat dan salah satu penyebab utama kebutaan anak di seluruh dunia.

Retina merupakan bagian mata yang berfungsi menerima bayangan objek yang kemudian diolah di dalam otak. Retina terdiri atas kumpulan serat-serat saraf dan pembuluh darah yang menutup bagian belakang mata.

Pada bayi normal dalam kandungan ibu, pembuluh darah yang menyuplai makanan kepada retina mulai terbentuk pada usia kehamilan 16 minggu. pembuluh darah itu tumbuh dari saraf optik menuju bagian tepi retina. Pada umumnya retina terbentuk sempurna sekitar dua minggu setelah bayi dilahirkan cukup bulan atau usia kehamilan 40 minggu.

Penyebab

Bayi prematur biasanya terlahir dengan pembuluh darah retina yang belum tumbuh sempurna. Dan ketika terpapar oksigen, timbul reaksi berupa terbentuknya garis demarkasi antara daerah yang sudah tumbuh pembuluh darah dan yang belum. Juga timbul stimulus pembentukan pembuluh darah baru yang abnormal yang biasa disebut neovaskularisasi. Di kemudian hari proses neovaskularisasi dapat berhenti spontan atau berkembang menjadi keadaan yang lebih buruk, seperti adanya perdarahan di rongga mata ataupun lepasnya retina/ablatio retina yang berpotensi menyebabkan kebutaan sejak bayi pada satu atau dua mata.

Pembuluh darah retina mulai terbentuk pada 3 bulan setelah pembuahan dan terbentuk sempurna pada saat lahir. Jika bayi lahir prematur, maka perkembangannya terganggu. Pembuluh darah retina akan mulai terbentuk lagi pada saat keadaan umum bayi membaik dan kebanyakan akan berkembang secara sempurna.

Pada retinopati karena prematuritas, pembuluh darah tumbuh secara abnormal yaitu ke dalam cairan jernih yang mengisi mata bagian belakang. Disini pembuluh darah tidak memiliki jaringan penyokong sehingga sangat rapuh dan sering mengalami perdarahan ke dalam mata. Hal ini akan diikuti oleh pembentukan jaringan parut yang menarik retina dari lapisan bagian dalamnya ke arah pusat bola mata sehingga retina terlepas. Bisa terjadi gangguan penglihatan, atau jika keadaanya berat, bisa menyebabkan buta total.

Bayi prematur banyak yang mengalami pertumbuhan retina abnormal yang sifatnya sementara dan akan diikuti oleh pertumbuhan yang normal tanpa harus menjalani pengobatan. Hanya 1 diantara 10 bayi yang menderita retinopati yang lebih berat.

Dulu, pemakaian oksigen yang berlebihan bisa merangsang pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal. Saat ini, pemakaian oksigen bisa dipantau secara akurat dan mudah, sehingga gangguan pertumbuhan pembuluh darah jarang terjadi.
Saat ini, resiko terjadinya retinopati karena premturitas sebanding dengan beratnya prematuritas; bayi yang paling kecil memiliki resiko yang paling tinggi.

GEJALA
Retinopati yang berat bisa menyebabkan gejala berikut:

  • Leukokoria (pupil berwarna putih)
  • Nistagmus (gerakan bola mata yang abnormal)
  • Strabismus (juling)
  • Miopia (rabun dekat).

Retinopati karena prematuritas bisa didiagnosis dengan bantuan oftalmoskopi.  Pemeriksaan mata pada bayi prematur dilakukan dalam waktu 6 minggu setelah persalinan dan kemudian dilakukan setiap beberapa minggu sampai pembuluh darah retina terbentuk sempurna. Pada bayi yang memiliki jaringan parut akibat retinopati, pemeriksaan mata harus dilakukan setiap 1 tahun seumur hidupnya.  Penderita ROP bisa mengalami komplikasi lain seperti lepasnya retina, ambliopia/mata malas, strabismus/juling, bola mata mengecil, katarak, dan glaucoma.
Retinopati yang ringan seringkali mengalami proses penyembuhan yang spontan. Tetapi meskipun telah terjadi penyembuhan, bayi memiliki resiko menderita rabun dekat, juling dan gangguan penglihatan.

Pada retinopati yang berat, krioterapi (pembekuan bagian pinggir retina) bisa mengurangi resiko terjadinya pelepasan retina dan gangguan penglihatan. Jika telah terjadi pelepasan retina, dilakukan pembedahan untuk mengembalikan retina ke tempatnya.

PENCEGAHAN
Pencegahan yang paling efektif adalah mencegah terjadinya kelahiran prematur. Jika bayi lahir prematur dan menderita gangguan pernafasan, maka dilakukan pemantauan ketat terhadap pemakaian oksigen untuk mencegah terlalu tingginya kadar oksigen dalam darah.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: