Oleh: Indonesian Children | Desember 2, 2009

PSIKOPAT, KORUPTOR DAN UJI SKRENINGNYA

PSIKOPAT, KORUPTOR DAN UJI SKRENINGNYA

            Belakangan ini permintaan surat keterangan kesehatan jiwa kepada beberapa rumah sakit di Jakarta  meningkat. Pemerintah memang mensyaratkan calon legislator lulus tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory). Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya kondisi kejiwaan seseorang mulai gambaran perasaan, kelemahan psikis, kemampuan berpikir rasional, kejujuran, kecenderungan bertindak kriminal hingga psikopat. Ternyata kondisi kejiwaan termasuk psikopat  berpotensi terjadi perbuatan korupsi atau perbuatan kriminal lainnya. 

Korupsi adalah penyakit kronis bangsa ini yang sejak terjadi dahulu dan belum tersembuhkan hingga kini. Ternyata korupsi bak penyakit kanker yang sudah menjalar kemana-mana dan sulit diobati. Penanganan kasus korupsi harus dilakukan secara holistik. Disamping pembenahan sistem dan penegakkan hukum, ternyata kondisi kejiwaan dengan pola genetik tertentu berpotensi menjadi koruptor. Kondisi kejiwaan yang sering dikaitkan dengan perilaku korupsi dan tindak kriminal tersebut adalah psikopat. Bila faktor kondisi kejiwaan ini dapat dideteksi sejak dini maka perilaku korupsi dapat diminimalkan.  Sehingga sangatlah penting adanya perangkat yang dapat mendeteksi para calon koruptor sebelum diterima sebagai anggota legislatif dan eksekutif.

PSIKOPAT DAN KORUPTOR

Psikopat adalah suatu gejala kelainan yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Istilah psikopat yang sudah sangat dikenal masyarakat justru tidak ditemukan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) IV. Artinya, psikopat tidak tercantum dalam daftar penyakit, gangguan atau kelainan jiwa di lingkungan ahli kedokteran jiwa Amerika Serikat. Psikopat dalam kedokteran jiwa masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial. Selain psikopatik, ada gangguan antisosial, asosial, dan amoral yang masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial.

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan skizofrenia karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut “orang gila tanpa gangguan mental”. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopat. Beberapa seorang ahli memprediksi tiga dari 10 laki-laki di Amerika Serikat dan satu dari 30 laki-laki di Inggris adalah psikopat. Prediksi ini didasarkan pada penelitiannya, yang sebagian besar respondennya adalah laki-laki.

Selama ini mungkin tidak disadari psikopat banyak hidup di sekitar kita. Apakah tetangga, teman kerja, anggota DPR, bupati, gubernur bahkan apakah pasangan hidup kita adalah seorang psikopat.  Penyimpangan perilaku itu adalah sikap egois, tidak pernah mengakui kesalahan bahkan selalu mengulangi kesalahan, tidak memiliki empati dan tidak punya hati nurani. Bila itu semua ada kecurigaan psikopat layak diberikan. Psikopat ditemukan di berbagai profesi dan kelas sosial, laki- laki dan perempuan. Karena yang dirugikan oleh kejahatannya tak hanya individu tetapi juga masyarakat luas, Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau dirumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, pemabuk, penjudi, penipu, pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan koruptor. Namun, kasus kriminal itu hanya terjadi pada sekitar 15-20 persen dari semua penderita psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.

Sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab psikopat. Berbagai teori dikemukakan oleh para peneliti. Teori kelainan struktural otak seperti penurunan intensitas beberapa bagian otak. Teori lain adalah gangguan metabolisme  serotonin, gangguan fungsi otak dan  genetik yang diduga ikut menciptakan karakter monster seorang psikopat. Selain ada anomali di otak, faktor genetik dan lingkungan juga berperan besar melahirkan karakter psikopat.

Terdapat beberapa karakter spesifik untuk mengenali psikopat. Di antaranya adalah tidak memiliki empati, emosi dangkal, manipulatif, pembohong, egosentris, pintar bicara, toleransi yang rendah pada frustasi, membangun relasi yang singkat dan episodik, gaya hidup parasitik, dan melanggar norma sosial yang persisten. Seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Egosentris, pembohong dan manipulatif tampaknya dapat menjadikan cikal bakal bakat koruptor. Seorang koruptor tidak akan memperdulikan akibat tindakannya dapat  menyengsarakan ribuan bahkan jutaan umat manusia Indonesia.

UJI SKRENING

Tidak mudah mendiagnosis seorang mengalami psikopat. Alat diagnosis yang sering digunakan berdasarkan teori yang sudah teruji secara klinis dengan metode deduksi adalah MMPI, Primitive Defense Guide, Rorschach, ToM (Theory of Mind), SCT (Sentence Completion Test), dan NEO PIR. Pemeriksaan modifikasi yang terahkir dikembangkan adalah Psychopathy Checklist (PCL) dan versi revisinya Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R). 

MMPI adalah metode yag selama ini digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan jiwa secara umum, termasuk psikopat. Terdapat beberapa kumpulan pertanyaan yang harus terselesaikan dalam waktu kurun waktu 1,5 jam. Jawaban pertanyaan tersebut bersifat kualitatif, seperti ya atau tidak. Namun MMPI masih mempunyai kelemahan. Tidak sulit bagi seorang psikopat yang cerdas untuk merekayasa laporan dan berbohong.

Adanya beberapa kelemahan tersebut skhirnya dikembangkan Psychopathy Checklist (PCL) dan versi revisinya Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R). Pemeriksaan ini tampaknya dapat menunjukkan hasil yang valid dan benar tentang psikopat. PCL-R merupakan metode yang sudah dilengkapi dasar-dasar interview semi-struktural dengan seseorang yang dicurigai sebagai psikopat, bersama-sama diolah dengan berbagai informasi tentang orang tersebut. Penilaian ditentukan dengan skala, mulai dari 0 artinya tidak ada insikasi psikopat hingga 2 yang artinya seseorang positif memiliki karakter psikopat. Total skor adalah 40, dan seseorang didiagnosa psikopat jika dia memiliki skor antara 30 hingga 40. Pada beberapa kasus, skor 25 juga sudah dikategorikan psikopat.

Terdapat sekitar 20 kriteria dalam PCL-R dalam menegakkan diagnosis psikopat. Di antaranya  sebagai berikut  : persuasif dan memesona di permukaan, menghargai diri yang berlebihan, butuh stimulasi atau gampang bosan, pembohong yang patologis, menipu dan manipulatif, kurang rasa bersalah dan berdosa, emosi dangkal, kasar dan kurang empati, hidup seperti parasit, buruknya pengendalian perilaku, longgarnya perilaku seksual, masalah perilaku dini (sebelum usia 13 tahun), tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis, impulsif, tidak bertanggung jawab atas kewajiban, tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri, pernikahan jangka pendek yang berulang, kenakalan remaja, melanggar norma dan keragaman kriminal.

Memang tidak semua koruptor adalah psikopat dan tidak semua psikopat adalah koruptor. Tetapi skrening awal dalam menentukan adanya psikopat atau kondisi kejiwaan yang lain diharapkan dapat menurunkan angka kejadian korupsi dan tindak kriminal lainnya di lingkungan legislatif dan eksekutif. Bila memang sensitifitas dan spesifitas uji skrening tersebut sangat baik, maka sudah selayaknya pemerintah membuat aturan untuk  persyaratan skrening bagi calon anggota di semua instansi pemerintah yang terkait. 

Mengingat kompleksitas penderita psikopat maka sebaiknya tidak ada pengecualian dalam penerimaan calon legislatif, eksekutif bahkan mungkin bagi calon pegawai negeri sipil. Seorang psikopat tidak bisa disembuhkan secara sempurna tetapi hanya bisa terobservasi dan terdeteksi. Untuk tahap pengobatan dan rehabilitasi psikopat saat ini baru dalam tahap kopleksitas pemahaman gejala. Terapi yang paling mungkin adalan non obat seperti konseling. Seorang psikopat tidak merasa ada yang salah dengan dirinya sehingga memintanya datang teratur untuk terapi adalah hal yang mustahil. Yang bisa dilakukan manusia adalah menghindari orang-orang psikopat, mencegah timbul korban lebih banyak dan mencegah psikopat jangan berubah menjadi kriminal termasuk korupsi.

dr Widodo Judarwanto SpA, Children Allergy clinic dan Picky Eaters Clinic Jakarta. Phone 5703646   0817171764 – 70081995.

KORAN DEMOKRASI INDONESIA

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

https://korandemokrasiindonesia.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Demokrasi Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: