Oleh: Indonesian Children | Desember 10, 2009

Koruptor Divonis Bebas, Kejari Indramayu Kecewa

Koruptor Divonis Bebas, Kejari Indramayu Kecewa

Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu Kusnin, SH, MH merasa kecewa setelah mendengar putusan Pengadilan Negeri Indramayu memvonis bebas Drs Sanusi Gofur, Wakil Ketua DPRD Indramayu, yang diduga telah menyelewengkan dana bantuan partai.

“Perjuangan melawan korupsi di Indramayu cukup berat, tetapi dia tidak akan mengurangi penyelidikan semua kasus korupsi tersebut. Bidikan kepala dinas dan kasus Prona BPN terus berlanjut,” kata Kusni kepada wartawan di Indramayu, Selasa (8/12).

Dia mengatakan, vonis bebas yang diputuskan oleh PN Indramayu tidak akan pernah menyurutkan perjuangannya memberantas korupsi meski setiap kasus korupsi tersebut vonis bebas menjadi kekecewaan, itu merupakan sebuah tantangan baru yang harus dihadapi.

“Saya akan buat koruptor tidak betah hidup di Kabupaten Indramayu. Semua gerak-gerik mereka terus diawasi, kasus korupsi adalah target utama,” kata Kusni.

Jaksa penuntut, Bima, SH, mengaku kecewa putusan hakim terhadap terdakwa diduga menyelewengkan dana bantuan partai yang tidak jelas, tetapi dirinya telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjerat Drs Sanusi Gofur, tapi hakim berkehendak lain.

“Dari awal persidangan, dia telah menyudutkan terdakwa dengan berbagai barang bukti dan saksi, tetapi setelah putusan semua menjadi berubah, padahal sudah cukup bukti,” ucap Bima.

Dikatakan, pihak kejaksaan telah berupaya maksimal, seperti terdakwa ditahan, tetapi setelah dilimpahkan ke PN Indramayu statusnya berubah menjadi tahanan kota.

Imam, warga Indramayu yang sering hadir dalam persidangan kasus korupsi Wakil Ketua DPRD, mengaku kecewa setelah hakim menyatakan vonis bebas. Dikatakan, dari persidangan sudah ada rasa kurang percaya terhadap PN Indramayu karena sering sekali kasus korupsi tersebut vonis bebas, apalagi setelah terdakwa berubah status menjadi tahanan kota.

“Padahal, sering didengarnya tersangka korupsi tidak mendapatkan penangguhan tahanan, kecuali sakit kenapa di Indramayu bisa terjadi,” kata Imam.

Warga Indramayu yang mengetahui persidangan dari awal hingga putusan vonis bebas hanya bisa kecewa. Kekecewaan tersebut tidak pernah ada yang peduli, sehingga para koruptor tampak hidup nyaman tinggal di Indramayu.

Sumber : kompas.com

Audi Yudhasmara

KORAN DEMOKRASI INDONESIA

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com 

https://korandemokrasiindonesia.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Demokrasi Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: