Oleh: Indonesian Children | Januari 14, 2010

ANGGODO TERDAKWA DAN DITAHAN KPK

ANGGODO TERDAKWA DAN DITAHAN KPK

Status penyelidikan kasus Anggodo Widjojo telah dinaikkan ke tahap penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini. Namun, apakah adik Anggoro ini langsung ditahan atau tidak, KPK belum bisa memastikan.

“Saya telah melakukan pemeriksaan selama hampir seminggu, kami menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan, dengan tersangka AW, sejak hari ini,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Kantor KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Johan menjelaskan, Anggodo terjerat 3 pasal terkait tindakannya menghalang-halangi penyelidikan suatu kasus korupsi.

“Kita menduga ada 3 hal, yaitu pasal 21, upaya menghalang-halangi penyelidikan korupsi, pasal 15, lalu pasal 53 (UU Tipikor). Sekarang mengenai pasal-pasal itu masih dalam tahap pemeriksaan,” tuturnya. Namun, saat ditanya mengenai penahanan Anggodo, Johan mengaku belum tahu. Dia berdalih tidak ingin mendahului pemeriksaan yang masih dilakukan.

“Kita jangan mendahului pemeriksaan. Saya belum dapat informasi tentang itu. Soal ditahan atau tidak, ada pertimbangan subyektif dan obyektif. Saya belum tahu,” tutupnya. Seperti tersebut dalam pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Anggodo terancam hukuman penjara 12 tahun. Demikian bunyi pasal tersebut.

“Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan disidang terdakwa maupun para saksi dalam perkara korupsi dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.”

Setelah ditetapkan jadi tersangka, Anggodo Widjojo akan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggodo akan dibawa oleh mobil tahanan ke Rutan Cipinang, Jakarta.

Mobil tahanan bernopol B 2040 DQ telah bersiap di depan Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta, Kamis (14/1/2010) pukul 17.55 WIB. Mobil Kijang warna silver tersebut diduga akan membawa Anggodo ke Rutan Cipinang. Mobil Kijang itu memiliki lampu sirine warna biru, berteralis dan berplat merah. Selain Kijang, juga disiapkan mobil Toyota Innova dengan nomor polisi B 8420 WU.

Sumber di KPK memastikan mobil tahanan itu disiapkan untuk membawa Anggodo ke Rutan Cipinang. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari KPK bila Anggodo akan ditahan Kamis ini. Namun kebiasaan KPK, setelah seseorang dijadikan tersangka mereka langsung ditahan. Sebelumnya, status penyelidikan kasus Anggodo Widjojo telah dinaikkan ke tahap penyidikan oleh KPK. Anggodo terjerat 3 pasal terkait tindakannya menghalang-halangi penyelidikan kasus korupsi.

“Kita menduga ada 3 hal, yaitu pasal 21, upaya menghalang-halangi penyelidikan korupsi, pasal 15, lalu pasal 53 (UU Tipikor). Sekarang mengenai pasal-pasal itu masih dalam tahap pemeriksaan,” tutur Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Kantor KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Ditunggu Karyawan KPK

Puluhan karyawan KPK ikut bergabung dengan seratusan wartawan yang menunggu tersangka Anggodo Widjojo di lobi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka ingin melihat langsung detik-detik Anggodo diseret ke mobil tahanan.

Kamis (14/1/2010) pukul 18.45 WIB, para karyawan KPK menyebar dari depan lobi sampai depan lift tempat nanti Anggodo turun dari lantai 8. Mereka juga sudah siap dengan kamera digital dan kamera ponsel untuk mengabadikan momen itu. “Kita mau tunggu Anggodo, Mas,” kata seorang karyawan KPK. Ada jarak 20 meter dari lift sampai mobil tahanan yang menunggu Anggodo. Dengan padatnya ruangan hanya tersisa rentang 1 meter untuk nanti Anggodo lewat. 8 Petugas Pamdal KPK sudah membuat pagar betis.

KPK masih melakukan koordinasi untuk membawa Anggodo ke LP Cipinang. Sejumlah petugas pun masih salat Magrib. Anggodo akan dibawa setelah semua siap. Hingga pukul 18.50 WIB, semua orang masih menunggu Anggodo.

Setelah dinyatakan sebagai tersangka, Anggodo Widjojo malam ini akhirnya ditahan di LP Cipinang, Jakarta Timur. Didampingi pengacaranya, Bonaran Situmeang, Anggodo yang mengenakan baju putih garis-garis dengan jas hitam tampak berkaca-kaca ketika keluar dari Gedung KPK pukul 18.50 tadi. Kepada wartawan, Anggodo sambil berkaca-kaca mengatakan tak terima dirinya ditahan.

Bonaran Situmeang juga menyatakan tak terima kliennya ditahan. Sebab, dalam surat panggilan dinyatakan bahwa Anggodo dipanggil untuk penyidikan. “Kenapa dijadikan tersangka dan kemudian ditahan,” katanya. “Kalau dibilang tidak kooperatif, selama ini Anggodo sangat kooperatif,” tambahnya. Bonaran juga menolak semua pasal yang dituduhkan kepada kliennya.

Berita Terkait

Diancam seumur Hidup

Anggodo Widjojo ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat 3 pasal. Anggodo terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup.

“Kita menduga ada 3 hal, yaitu pasal 21, upaya menghalang-halangi penyelidikan korupsi, pasal 15, lalu pasal 23 (UU Tipikor). Sekarang mengenai pasal-pasal itu masih dalam tahap pemeriksaan,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Kantor KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Pasal 15 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang tindak pidana korupsi berbunyi, setiap orang yang melakukan percobaan pembantuan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi dipindana yang sama sebagaimana dimaksud pasal 2, pasal 3, pasal 5 sampai dengan pasal 14.

Ancaman hukuman di dalam pasal 2 ayat 1 maksimal penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Selanjutnya, pasal 21 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang tindak pidana korupsi berbunyi, tiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun dengan denda Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Sedangkan, pasal 23 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang tindak pidana korupsi ancaman hukuman dipidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 6 tahun dengan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

Hingga pukul 16.50 WIB, Anggodo masih menjalani pemeriksaan terkait dugaan indikasi menghalang-halangi penuntasan kasus dan dugaan penyuapan kepada penegak hukum terkait kasus Anggoro Widjojo yang hingga kini masih menjadi buron KPK.

Puluhan wartawan menunggu Anggodo keluar. Belum ada keterangan resmi dari KPK apakah Anggodo langsung ditahan atau tidak.

KORAN DEMOKRASI INDONESIA
https://korandemokrasiindonesia.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: