Oleh: Indonesian Children | Januari 18, 2010

KLIPING BERITA CENTURY : Presiden Tidak Copot Sri Mulyani

KLIPING BERITA CENTURY : Benarkah Presiden Akan Segera Mencopot Century ?

Kesepakatan SBY-Ical: Sri Mulyani Dicopot Februari

Hawa kisruh Bank Century semakin panas. Presiden SBY telah bersepakat dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie untuk mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sri Mulyani akan dicopot Februari 2010 mendatang.

Seperti dilansir The Jakarta Post, Senin (18/1/2010), seorang petinggi Golkar yang dekat dengan Ketua DPP Golkar Aburizal Bakrie mengatakan pada Minggu (17/1/2010) kemarin, Presiden SBY telah bersepakat dengan Ical untuk mencopot Menkeu Sri Mulyani. Calon penggantinya adalah Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu. Anggito yang merupakan calon Wakil Menkeu, dinilai tepat untuk menggantikan Sri Mulyani. Anggito dekat dengan Ical sekaligus juga dekat dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Sumber lain menyebutkan, salah satu alasan Istana mengamini rencana pencopotan ini adalah kekecewaan SBY terhadap Sri Mulyani. Dia dianggap lalai berkonsultasi kepada SBY mengenai rencana bailout Bank Century pada November 2008 lalu. Meski demikian Sri Mulyani mengatakan di depan Pansus bahwa dia telah melaporkan semua kebijakannya.

Presiden Tidak Copot Sri Mulyani

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah akan mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan menggantinya dengan Anggito Abimanyu. “Soal informasi itu, saya harus klarifikasi itu tidak benar. Tidak ada statement resmi akan ada pergantian Sri Mulyani dengan Anggito(Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu, red) ,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Ngawi, Jatim Senin. Ketika ditanya apakah Presiden belum lama ini melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan parpol koalisi, Julian tidak menjawab dengan tegas dan hanya mengatakan tidak ada pertemuan yang membahas reshufle. “Tidak ada pertemuan yang membahas reshufle,” katanya.

Mengenai permintaan sejumlah orang agar Presiden hadir untuk memberikan kesaksian dalam rapat Pansus Century, Julian mengatakan hal itu belum merupakan permintaan resmi Panitia angket Bank Century. “Itu bukan suara Pansus. Ketua Pansus( Idrus Marham, red) belum meminta secara resmi. Jadi tidak ada keharusan untuk hadir,” katanya.(*)

Sumber : antara.com

Golkar: Ical Dekat Anggito Abimanyu, Sah-sah Saja

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dikabarkan hendak mengatrol pejabat Departemen Keuangan Anggito Abimanyu menggantikan posisi Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan. Berdasarkan kabar yang beredar, hal ini dikarenakan kedekatan Ical dengan Anggito. Hal itu dibantah Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Senin (18/1/2010) di DPR. Namun, Idrus tidak menolak bahwa Ical memang memiliki kedekatan dengan Anggito. “Saya pikir sah-sah saja. Ketua Umum saya kan mantan Menko Kesra, anggota kabinet periode lalu,” ujar Idrus kepada para wartawan. Terlebih, lanjutnya, Ical dikenal komunikatif sehingga bisa dekat dengan siapa pun. Idrus pun meminta semua pihak yang mudah memberikan intepretasi miring soal kedekatan Ical-Anggito. “Itu tidak benar,” tambahnya.

Sumber : kompas.com

Isu Ical-SBY Bersepakat
Sudi Bantah SBY Punya Deal Copot Sri Mulyani

Kabar rencana pencopotan Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat bantahan dari dalam kabinet. Presiden SBY bahkan tidak punya rencana me-reshuflle menterinya. “Tentang informasi mengatakan ada reshuflle, itu sama sekali tidak benar,” kata Mensesneg Sudi Silalahi di sela-sela penanaman pohon dan penyebaran benih ikan nila di Waduk Bening, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (18/1/2010). Menurut Sudi, tidak pernah dibicarakan masalah pergantian menteri apalagi Sri Mulyani. Sudi tidak menampik jika Presiden SBY kerap melakukan pertemuan politik, namun tidak ada agenda pergantian menteri. “Pertemuan-pertemuan politik itu ada, tapi sama sekali tidak dibahas reshuffle,” pungkas Sudi. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dikatakan telah bersepakat dengan Presiden SBY pada Minggu (17/1/2010) untuk mencopot Menkeu Sri Mulyani terkait Bank Century. Kubu Ical melalui Wasekjen DPP Partai Golkar Lalu Mara Satriawangsa membantah. Ical sibuk dengan agenda Golkar di Sumatera sepanjang akhir pekan.

Kasus Century :
Mengorbankan Sri Mulyani Lebih Murah Dibandingkan Boediono

Dalam pemberitaan di The Jakarta Post, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut telah membuat kesepakatan dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, untuk mencopot Sri Mulyani bulan depan. Sri Mulyani disebut dikorbankan dalam kasus Century.

Hal ini dinilai ada benarnya. Dalam kasus Century, mengorbankan Sri Mulyani memang dinilai paling mudah daripada pejabat yang lebih tinggi. “Spekulasi ini mungkin ada benarnya. Dalam kasus ini memang paling mudah dan paling murah ya mengorbankan Sri Mulyani,” ujar pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi pada detikcom, Senin (18/1/2010). Burhanudin menjelaskan resistensi mengorbankan Sri Mulyani dibandingkan dengan mengorbankan Boediono, jauh lebih sedikit. Sri Mulyani dipandang tidak memiliki back up politik di parlemen. Sehingga, mengorbankan Sri Mulyani dianggap tidak akan menimbulkan perselisihan dengan sekutu politik SBY.

“Saat itu Boediono memang Gubernur BI, tetapi posisi politiknya saat ini sebagai wapres. Jauh lebih sulit untuk mencopot wapres. Kalau mencopot menteri keuangan kan memang hak Presiden. Lebih mudah,” terang Burhan. Mengenai isu bahwa SBY merasa kecewa karena Sri Mulyani kurang berkoordinasi soal bailout Century, Burhan menjelaskan alasan apa pun bisa dicari. Ada kemungkinan elite-elite politik menurunkan target dari Boediono ke Sri Mulyani. “Mungkin kalau mengincar Boediono, elite-elite itu takut disangka masih mengincar kursi RI-2. Mungkin mereka menurunkan targetnya setelah bertemu dengan elite Demokrat. Jadilah Sri Mulyani (sebagai target),” analisisnya.

Sumber : detik.com

Bambang Soesatyo : Anggito Layak Gantikan Sri Mulyani

Kesepakatan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Presiden SBY perihal penggantian Sri Mulyani oleh Anggito Abimanyu memang masih sebatas rumor. Tapi nada positif menanggapi isu ini datang dari politisi Golkar. “Anggito memang mampu menggantikan Sri Mulyani,” kata Bambang, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bendahara Umum Partai Golkar, melalui pesan singkat, Senin (18/1/2010). Dia menjelaskan, Anggito mempunyai berbagai kelebihan sehingga mampu menjalankan tugas Menkeu.

“Dia selama ini berperan besar dalam membantu tugas-tugas Menkeu dan ahli asumsi fiskal,” alasan Bambang. Seperti dilansir The Jakarta Post, Senin (18/1/2010), seorang petinggi Golkar yang dekat dengan Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie mengatakan pada Minggu (17/1/2010) kemarin, Presiden SBY telah bersepakat dengan Ical untuk mencopot Menkeu Sri Mulyani karena dianggap lalai berkonsultasi dalam kasus bailout Bank Century. Calon penggantinya adalah Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu.

Presiden Bantah Akan Copot Sri Mulyani

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah akan mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan menggantinya dengan Anggito Abimanyu.

“Soal informasi itu,  saya harus klarifikasi, itu tidak benar. Tidak ada statement resmi akan ada pergantian Sri Mulyani dengan Anggito Abimanyu (Kepala  Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan),” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Ngawi, Jawa Timur, Senin (18/1/2010). Ketika ditanya apakah Presiden belum lama ini melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin parpol koalisi, Julian tidak menjawab dengan tegas dan hanya mengatakan, tidak ada pertemuan yang membahas reshuffle.

“Tidak ada pertemuan yang membahas reshuffle,” katanya. Mengenai permintaan sejumlah orang agar Presiden hadir untuk  memberikan kesaksian dalam rapat Pansus Century, Julian mengatakan, hal itu belum merupakan permintaan resmi Panitia Angket Bank Century. “Itu bukan suara Pansus. Ketua  Pansus (Idrus Marham) belum meminta secara resmi. Jadi, tidak ada keharusan untuk hadir,” katanya.

Golkar: Tidak Ada Kesepakatan Gulingkan Sri Mulyani

Partai Golkar menegaskan, tidak ada kesepakatan antara Partai Golkar dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggulingkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sebelumnya, harian berbahasa Inggris, The Jakarta Post, memberitakan adanya kesepakatan di antara kedua pihak itu untuk memberhentikan Sri Mulyani pada Februari 2010.

“Sama sekali tidak ada deal seperti itu. Koalisi antara Partai Golkar dan pemerintahan SBY-Boediono tetap firmed,” ujar Idrus Marham, Sekjen Partai Golkar yang juga Ketua Pansus Hak Angket Kasus Bank Century, kepada wartawan.

Selain itu, lanjutnya, partai berlambang pohon beringin itu pun tidak pernah mewacanakan pencopotan tersebut. Menurut dia, Golkar tidak pernah bermain wacana dan selalu mengedepankan fakta dan data.

Sumber : kompas.com

Ical Bantah Ada Kesepakatan Ganti Sri Mulyani

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Lalu Mara Satriawangsa membantah, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mempunyai kesepakatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Dukungan Golkar dalam pembentukan Pansus Century bukan untuk menjatuhkan orang per orang melainkan mencari kebenaran agar pemerintahan SBY makin kuat dan tidak terus diterpa oleh gosip,” kata Lalu Mara yang juga juru bicara Aburizal Bakrie di Jakarta, Senin (18/1/2010). Lalu Mara memastikan bahwa Aburizal Bakrie tidak pernah melakukan pertemuan dengan SBY terkait soal pergantian anggota kabinet sebagaimana ditulis salah satu media nasional terbitan ibu kota.

“Berita itu sangat meresahkan karena Pak Ical (Aburizal) kini sedang fokus melakukan konsolidasi organisasi dan sepanjang akhir pekan lalu sibuk melakukan kunjungan ke Aceh, Medan dan Lampung terkait menyukseskan program partai tersebut,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa di berbagai rapat internal Partai Golkar, juga tidak pernah dibahas soal janji-janji atau “deal” semacam itu. “Yang menjadi concern(perhatian, red)  Pak Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar sekarang adalah menyukseskan program Catur Sukses Partai Golkar yang diantaranya adalah konsolidasi partai, pemenangan pemilu kepala daerah dan legislatif. Program konsolidasi  partai sendiri ditargetkan sudah dapat selesai Juni 2010,” ujar Lalu Mara.

Harian berbahasa Inggris, The Jakarta Post dalam salah satu artikelnya, Senin memberitakan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie telah mencapai kesepakatan dengan Presiden SBY untuk mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu. Koran tersebut  mengutip sumbernya yang mengatakan bahwa Anggito dipilih menggantikan Sri Mulyani mengingat kedekatan Anggito baik dengan Aburizal maupun Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, yang juga salah satu orang kepercayaan Presiden.

Sumber : kompas.com

Pergantian Sri Mulyani Bisa Timbulkan Reaksi Negatif di Pasar Modal

Pasar modal akan bereaksi atas rencana pencopotan jabatan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada bulan Februari 2010 mendatang. Sebagai sosok yang sangat dihormati oleh pelaku pasar modal, Sri Mulyani dianggap berhasil dalam aksi pencegahan krisis tahun 2008 lalu.

Menurut kepala riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing, rencana pergantian Sri Mulyani pasti berpengaruh terhadap kondisi pasar. Namun pasar menyayangkan jika pencopotan benar terjadi, tanpa melewati proses hukum. “Dari sisi hukum, nggak bisa main copot macam itu. Namun pasti ada pengaruh, namun harus dicek lagi,” kata Pardomuan ketika dihubungi detikFinance melalui sambungan telepon di Jakarta Senin (18/1/2010). Ia menambahkan, langkah yang diambil Sri Mulyani dalam bailout Bank Century (sekarang Bank Mutiara) sudah tepat. Keputusan juga dianggap tidak secara otoriter, namun melibatkan beberapa pihak melalui KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan). “Pasar melihat sudah tepat, dan buktinya tidak terjadi krisis. Kalau sudah ya sudah. Tujuannya kan proses (penyelamatan), bukan Karena gara-gara SMS dan tidak dilaporkan,” ujarnya.

Sebagai pengganti Menteri Keuangan, dari berita yang berkembang adalah calon Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, yang saat ini masih menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan. Namun, analis pasar dari Valbury Asia Futures Nico Omer Jonckheere menyebutkan pencopotan Sri Mulyani sudah menjadi rahasia umum di pasar modal. “Dia memang sengaja dikorbankan atas kisruh bank Century, walaupun sejatinya sosok Sri Mulyani mendapat kehormatan tertinggi dari pasar,” jelas Nico kepada detikFinance Senin (18/1/2010). Lanjutnya, pasar tetap melihat dan akan merespon atas keputusan yang akan diambil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kelak. Tetapi, jika pengganti yang ditunjuk SBY tepat, maka pasar akan kembali normal.

“Yang terpenting liht penggantinya siapa. Kalau ada koreksi awal, nanti pasti akan rebound kembali. Yang paling terpenting bagi pasar adalah stabilitas politik ekonomi secara umum. Jika Anggito sebagai pengganti tentu baik, dan saya yakin dirinya tetap melanjutkan kebijakan sebelumnya,” imbuhnya. Sebagai bukti, saat gonjang-ganjing politik KPK, pansus, dirinya mengaku, pasar tetap melaju positif. “Jadi, belum tentu berpengaruh atas penggantian Sri Mulyani,” kata Nico.

Sumber : detikfinance

KORAN DEMOKRASI INDONESIA
http://korananakindonesia.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: