Oleh: Indonesian Children | Januari 18, 2010

KLIPING BERITA YANG MENUNJUKKAN BAHWA SAAT MENJELANG DANA BAIL OUT CENTURY, BULAN NOVEMBER 2008

KLIPING BERITA YANG MENUNJUKKAN BAHWA SAAT MENJELANG DANA BAIL OUT CENTURY, SEPUTAR BULAN NOVEMBER 2008

Minyak Mentah Makin Tiarap

NEW YORK, KAMIS – Harga minyak mentah dunia terjerembab di bawah 50 dolar AS per barel pada Kamis, karena jatuhnya pasar saham dan melemahnya data AS memicu kekhawatiran baru bahwa resesi seluruh dunia akan menghancurkan permintaan energi.  Di New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Desember, jatuh 4,00 dolar AS menjadi ditutup pada 49,62 dolar AS. Kontrak Desember  berakhir pada penutupan setelang mencapai posisi terendah perdagangan harian 48,64 dolar AS, sebuah level yang terakhir terlihat pada Mei 2005. Kontrak tidak berada di bawah level 50 dolar AS sejak Januari 2007. Kontrak New York menembus batas psikologis sesaat setelah minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari jatuh di London. Minyak mentah Brent turun ke posisi terendah 47,82 dolar AS, sebelum mantap turun 3,64 dolar AS pada 48,08 dolar AS per barel.
     
Para analis mengatakan sentimen dipicu oleh pengakuan laporan tingkat pengangguran di Amerika Serikat, konsumen energi terbesar dunia. Data resmi menunjukkan klaim awal untuk asuransi pengangguran naik ke posisi tertinggi 16 tahun pekan lalu, karena ekonomi tampak di ambang sebuah resesi mendalam. “Pukulan terhadap ekonomi datang. Klaim awal pengangguran naik 27.000 menjadi 542.000 untuk pekan tersebut, tertinggi sejak 1992. Harga energi berada di bawah tekanan sepanjang malam, dan kehilangan akselerasi di belakang data klaim tersebut,” kata John Kilduff, seorang analis  MF Global.

“Memberikan percepatan penurunan, sebuah zona nilai tentatif terendah saat ini  untuk kami, dan akan menjadi pertimbangan sebuah kesempatan untuk beli,” tambah Kilduff. Harga minyak mentah telah turun hampir dua pertiganya sejak mencapai rekor harga tertinggi di atas 147 dolar AS pada Juli, karena pelambatan ekonomi global memangkas permintaan energi seluruh dunia. “Pasar minyak bereaksi terhadap banyaknya berita negatif pada prospek ekonomi global,” kata analis minyak IHS Global Insight, Simon Wardell. “Dengan pasar saham yang terus jatuh di seluruh dunia, dan terutama di Asia, di sana tidak ada sedikitpun berita positif yang dapat membantu memperbaiki kepercayaan di pasar minyak.”

Wardell mengatakan “pasar masih mencari sebuah lantai hingga di sana ada beberapa sinyal kuat bahwa pasokan akan dikurangi, kami mungkin melihat harga terus melemah.” Sentimen pasar minyak juga berkurang pekan ini setelah bank AS Goldman Sachs mengatakan akan menutup seluruh rekomendasi perdagangan minyak, seraya mengatakan “tidak memperkirakan potensi kenaikan signifikan.”

“Volatilitas dalam beberapa pekan terakhir sebagian besar berada di sisi bawah dan tekanan kompleks pada minyak telah meningkat,” kata Goldman Sachs dalam sebuah laporannya. Ditambah lagi, Federal Reserve AS pada Rabu menurunkan tajam prospek ekonomi AS untuk 2009, menyoroti potensi untuk resesi  tahun depan, sementara  membuka pintu untuk penurunan suku bunganya lagi.
     
Kesehatan ekonomi AS adalah vital untuk pasar minyak, karena Amerika Serikat negara konsumen minyak terbesar di dunia. Torbjorn Kjus, analis pada DnB NOR Markets, mengatakan ia memperkirakan harga akan turun terus pada bulan-bulan mendatang. “Kami memperkirakan harga terus melemah  dalam jangka pendek,” kata Kjus dalam sebuah catatan risetnya.
     
“Fundamental (pasokan dan permintaan), psikologis, sentimen dan tehnikal tidak terlihat bagus,” kata dia. “Namun kami memperkirakan untuk melihat pasar keluar dari dasarnya sebelum akhir tahun dan harga mulai pulih pada Januari.” Pada Senin, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang seluruh anggotanya memasok 40 persen minyak mentah dunia, mengatakan siap melakukan intervensi dalam sebuah basis reguler untuk mendorong kenaikan harga.

PERNYATAAN ANGGITO YANG DIPERMASAHKAN PANSUS SAAT RAPAT TANGGAL 20 NOVEMBER 2008

Berita kompas 21/11/98

Gejolak Rupiah, Pemerintah Masih Percaya Diri

Meskipun nilai tukar rupiah masih mengalami pelemahan terhadap dollar AS, pemerintah masih percaya diri. Sementara Bank Indonesia dengan seluruh instrumen yang dimiliki akan melakukan sejumlah upaya agar rupiah tak bergejolak sangat cepat. ”Rupiah memang terkoreksi. Tetapi, rupiah bukan satu-satunya yang terkoreksi. Bahkan, won Korea terkoreksi lebih dalam daripada rupiah. Pemerintah mengharapkan tidak ada gejolak terlalu tinggi. Bank Indonesia akan berupaya agar rupiah tak cepat melonjak-lonjak,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (20/11) kemarin.

Menurut Anggito, dalam rapat yang membahas soal kondisi ekonomi itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri, dan pejabat tinggi mendapat penjelasan dari Gubernur Bank Indonesia Boediono tentang terkoreksinya nilai tukar rupiah. Rapat dihadiri, antara lain, Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Pada perdagangan di pasar spot antarbank, Kamis, rupiah ditutup pada level Rp 11.945 per dollar AS, menguat 55 poin dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya yang Rp 12.000 per dollar AS. Namun, di tengah perdagangan, kurs sempat menyentuh level Rp 12.440 per dollar AS.

Bukan cuma rupiah, pada perdagangan kemarin, kurs rupee India juga melemah tajam. Demikian pula kurs won Korea turun lebih dari 4 persen karena ketakutan bahwa perekonomian Korea Selatan yang sangat bergantung pada ekspor sangat rentan terhadap krisis. Satu dollar AS setara dengan 1.432,5 won, kurs terendah dalam 11 tahun terakhir. Diperkirakan kurs dollar AS akan bergerak antara 1.420 won dan 1.480 won. Adapun kurs rupee mencapai titik terendah dalam sejarah terhadap dollar AS. Satu dollar AS setara dengan 50,01 rupee. Itu merupakan pertama kali kurs dollar AS ditutup di atas level 50 rupee.

Bahas empat hal

Lebih jauh, Anggito menjelaskan, selain soal gejolak rupiah, rapat juga membahas empat hal, yaitu kondisi makroekonomi, penggunaan APBN sebagai instrumen stimulus ekonomi, mempercepat dan memaksimalkan proyek infrastruktur, dan kerja sama internasional multilateral serta bilateral.

Menurut Anggito, makroekonomi 2008 masih sesuai target dengan pertumbuhan rata-rata per tahun 6,2 persen dengan perlambatan di kuartal III dan IV. ”Untuk 2009, kami akan melihat seluruh perkembangan ekonomi dunia. Ada kemungkinan untuk mengoreksi pertumbuhan ekonomi 6 persen,” ujarnya. Koreksi juga akan dilakukan untuk sejumlah indikator ekonomi, seperti nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, suku bunga, pasar surat utang negara, dan pasar modal. APBN 2008 juga dinilai aman dengan target pencapaian penerimaan naik 5 persen di atas APBN-P.

Anggito mengemukakan, surplus APBN 2008 cukup membantu pembiayaan APBN 2009 yang kritis. Defisit juga turun menjadi 1,1 persen terhadap PDB (Rp 51 triliun) dari perkiraan 2,1 persen. ”Surplus bisa dipakai untuk 2009,” ujarnya. Sofyan Djalil mengemukakan, pemerintah bersama BUMN akan menciptakan aktivitas ekonomi lebih banyak di dalam negeri untuk menciptakan lapangan kerja. Proyek infrastruktur yang sudah ada pembiayaannya akan dipercepat, sementara untuk yang sudah berkomitmen akan direalisasikan komitmennya.

Untuk pekerja konstruksi Indonesia di luar negeri, seperti di Malaysia dan negara lain, yang kembali ke Tanah Air karena krisis keuangan dan berhentinya proyek konstruksi akan disalurkan ke Timur Tengah. ”Konstruksi di Timur Tengah belum terpengaruh krisis keuangan global,” ujar Sofyan. Rapat dihadiri juga para pemimpin bank BUMN. Menurut Sofyan, bank BUMN masih berkomitmen menyalurkan kredit untuk mempercepat pembangunan infrastruktur

KORAN DEMOKRASI INDONESIA
https://korandemokrasiindonesia.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: