Oleh: Indonesian Children | Januari 18, 2010

PANSUS CENTURY – MARSILAM SIMANJUNTAK : JAM TERBANG MARSILAM MENUNDUKKAN ANGGOTA PANSIS

PANSUS CENTURY – MARSILAM SIMANJUNTAK : JAM TERBANG MARSILAM MENUNDUKKAN ANGGOTA PANSUS

Marsilak Simanjuntak adalah sosok yang paling disegani para anggota pansus. Hal ini tampak ketika Marsilam dengan berani dan tegas tidak tertekan seperti saksi yang lain. Bahkan dengan berani dia selalu menginterupsi, mengkritik bahkan mengomentari para anggota pansus. Bahkan Marsilam selalu berdebat tentang hukum yang kurang dikuasai sebagian anggota Pansus. Ternyata garangnya anggota pansus yang selama ini dianggap terhormat sebagai anggota dapat dikalahkan dengan keberanian dan kepintaran.

Kalau ingin dihormati jangan memulai untuk tidak menghormati orang lain. Karena, ketika setiap saksi protes saat disela dan dipotong bicaranya oleh anggota pansus, atau anggota pansus kalah berdebat lansung diancam anggota pansus : “anda jangan melecehkan anggota dewan”. Ancaman inilah yang sering terjadi di arena pansus. Bahkan profesor Gayus Lumbun juga sempat terusik saat Marsilam menguasai perdebatan, dan dianggap tidak etis. Padahal mereka tidak menyadari perilaku anggota pansus selama ini sidang berlangsung, yang memaksakan pendapat, memaksakan opini dan langsung memvonis para saksi bersalah. Mana yang lebih tidak etis, atau pihak mana yang selama ini yang tidak memakai etika berkomunikasi dan bersidang ? Padahal forum itu adalah bukan forum penyelidikan bukan forum penyidikan.

Berbagai Kliping Berita :

Marsilam kepada Bambang: Untung Anda Tidak Panggil Saya Robert

Sumber : detikNews

Marsilam Simanjuntak tampil dengan tenang saat menjawab pertanyaan anggota Pansus Century. Saat anggota Pansus Century, Bambang Soesatyo mendapat giliran bertanya, Marsilam pun menyindir, “Untung Anda tidak panggil saya Robert Tantular.” Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.20 WIB, Senin (18/1/2010), hanya beberapa detik setelah Bambang Soesatyo memulai bicara. Saat itu, anggota Pansus dari Fraksi Partai Golkar itu sedikit bergurau, “Kita ini kalah jam terbang kalau berdebat.” Dengan mimik sedikit tersenyum, Marsilam menyeletuk, “Untung Anda tidak panggil saya Robert Tantular.”. Tentu, Marsilam sedang menyindir Bambang Soesatyo. Maklum, beberapa waktu lalu, Bambang Soesatyo sempat mengira bahwa percakapan dalam rapat brainstorming KSSK itu adalah suara Robert Tantular. Karena itu, Bambang Soesatyo sempat yakin bahwa Robert ikut dalam pertemuan itu. Namun, ternyata perkiraan Bambang Soesatyo meleset. Yang bicara saat itu adalah Marsilam Simanjuntak. Dalam permintaan keterangan itu, Bambang Soesatyo juga sempat salah menyebut UKP3R. Karena ditertawakan, Bambang pun mengatakan, “Terselip sedikit gak apalah, daripada menyebut Robert.” Bambang juga sempat meminta Marsilam tidak marah dengan dirinya saat mempersoalkan transkrip rapat brainstorming. “Saya tidak marah dengan saudara,” kata Marsilam. Atas pernyataan itu, Bambang pun mengatakan, “Siapa yang berani marah sama saudara.” Sebelum Bambang, Agun Gunanjar Sudarsa yang mengawali pertanyaan. Agun menyampaikan pertanyaan terkait transkrip rapat brainstorming dan juga dalam kapasitas apa. Marsilam menjelaskan dirinya dipanggil dalam rapat itu dalam kapasitas sebagai narasumber. Hingga pukul 20.40 WIB, pemeriksaan Marsilam masih berlangsung di gedung DPR, Jakarta.

Awal Pemeriksaan Marsilam Simanjuntak Diwarnai Debat Hukum

Sumber : detikNews

Pemeriksaan Marsilam Simanjuntak diwarnai perdebatan soal dasar hukum acara tersebut. Perdebatan itu muncul tatkala Marsilam setuju disumpah karena sesuai dengan UU No 6 tahun 1954 yang mengatur tentang Pansus.

Penyumpahan berjalan lancar, namun tatkala pimpinan sidang Mahfud Sidik hendak memulai pemeriksaan, anggota pansus Benny K Harman melancarkan interupsi. Jika berpatokan dengan UU No 6 tahun 1954 maka pemeriksaan harus berlangsung tertutup. “Kita semua tadi setuju saat Pak Marsilam mengatakan dasar hukum pemeriksaan adalah UU No 6 tahun 1954. Maka dengan dasar itu maka pemeriksaan harus berjalan tertutup,” sela Benny dalam rapat Pansus Angket Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/1/2010) malam. Namun Mahfud berkelit apa yang dikatakannya soal penyumpahan bukanlah persetujuan. “Saya menggunakan kata ‘ya’ bukan setuju. Tidak semata-mata merujuk UU tahun 1954 tapi juga UU Susduk dan tatib DPR RI. Terkait norma berbeda antara UU sudah disepakati rapat internal pansus sampai sekarang belum ada perubahan,” terangnya. Tidak sampai di situ, Marsilam pun mempertanyakan soal hak dan kewajibannya selaku pihak yang diperiksa. Marsilam juga bertanya apakah jawaban yang diberikannya harus berdasarkan fakta atau boleh juga opini atau pendapat. “Saya ingin tahu kewajiban dan hak saya supaya tidak melanggar UU,” tanyanya. “Bagaimana dengan pendapat atau opini?” tanyanya lagi.

Mahfud pun lalu menerangkan kewajiban Marsilam dalam pemeriksaan adalah datang ke pemeriksaan dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Sedangkan hak Marsilam adalah berhak menjawab apa yang diketahuinya dan mengajukan permintaan terkait pemeriksaan. “Tidak ada dibatasi fakta atau opini. Jadi kalau saksi merasa relevan atau merasa bisa dijawab ya dijawab. Kalau tidak perlu boleh tidak menjawab disertai argumentasi,” jelas Mahfud soal pertanyaan Marsilam soal materi jawaban. Setelah itu terjadi beberapa interupsi kecil yang dilakukan anggota pansus lainnya. Namun akhirnya perdebatan tidak berlarut-larut dan pemeriksaan terhadap Marsilam bisa dimulai.

Pastikan Dasar UU 6/1954, Marsilam Berkenan Disumpah

Marsilam Simanjuntak yang selama ini jarang mau ditemui wartawan menghadiri Pansus Angket Century DPR, Senin (18/1/2010). Saat ditanya apakah berkenan disumpah, Marsilam menjawab berkenan. Akhirnya sekitar pukul 19.40 WIB, Marsilam pun disumpah.

Namun, sebelum menyatakan berkenan disumpah, Marsilam menanyakan kepada pimpinan sidang Mahfudz Sidik apakah sidang juga berlangsung atas dasar UU 6/1954. Atas pertanyaan Marsilam, Mahfudz menyatakan ‘ya’. “Kalau begitu saya berkenan,” kata Marsilam sambil meninggalkan tempat duduknya. Akhirnya, Marsilam pun disumpah oleh rohaniwan dengan dibimbing oleh pimpinan sidang. Hingga pukul 19.49 WIB, permintaan keterangan terhadap Marsilam masih berlangsung. Marsilam, mantan Ketua UKP3R tampak tenang mengenakan baju batik lengan panjang warna putih bercorak cokelat.

Pansus Century Periksa Marsillam Simanjuntak dan Darmin Nasution

Pansus Century DPR kembali melakukan pemeriksaan. Hari ini, Senin (18/1/2010), Pansus akan memintai keterangan ketua UKP3R Marsillam Simanjuntak dan mantan Dirjen Pajak Darmin Nasution. Keterangan Marsillam dalam Pansus sudah ditunggu-tunggu. Sebab, status kehadiran Marsillam dalam rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) belum jelas. Ada yang menyebut kehadiran mantan Jaksa Agung itu sebagai utusan Presiden SBY. Karena itu posisi kehadiran Marsillam dinilai penting untuk mengetahui apakah kebijakan bailout Rp 6,7 T itu diketahui Presiden SBY atau tidak.

Selain memeriksa Marsillam, Pansus juga akan meminta keterangan dari mantan Dirjen Pajak Darmin Nasution. Darmin yang hadir dalam rapat KSSK diketahui tidak mendukung penberian bailout, karena tidak sepakat dengan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sitemik. Darmin akan diperiksa pertama oleh Pansus pukul 10.00 WIB. Sementara Marsillam dijadwalkan setelahnya.

Giliran Marsilam Simanjuntak Dicecar Pansus Century

Pansus Bank Century hari ini, Senin (18/1), memanggil mantan Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) Marsilam Simanjuntak ke Gedung DPR, Jakarta. Menurut anggota Pansus Century dari Fraksi PPP, M Romahurmuziy, Marsilam akan dimintai keterangan soal keikutsertaannya dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“Untuk jadwal pak Marsilam itu sore pukul 15.00,” ujar pria yang akrab disapa Romi itu kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (17/1). Menurut Romi, Selain Marsilam Simanjuntak, pagi harinya, pansus akan memangil Kepala Bapepam Fuad Rahmani dan mantan Dirjen Pajak yang kini menjadi Plt Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution. “Pagi jam 10.00, mereka akan dimintai keterangan bersamaan,” katanya. Keduanya, kata Romi akan dipertanyakan kembali soal ucapannya dalam notulen rapat KSSK yang menyatakan tidak setuju ditetapkannya Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.

Pansus Century: Marsilam, Apa Peranmu di Sana?

Pansus Hak Angket Century DPR memandang perlu mendengarkan keterangan mantan Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Kebijakan dan Reformasi (UP3R) Marsilam Simanjuntak dalam rapat pemeriksaan Pansus ke depan. Pansus mempertanyakan perihal kehadiran Marsilam dalam rapat pengambilan keputusan mengenai bail out kepada Bank Century. “Mengacu kepada audit investigasi BPK, tidak melibatkan Presiden secara definitif, tapi yang kemudian jadi pertanyaan masyarakat, hadir Marsilam yang katanya diutus oleh Presiden,” tutur Wakil Ketua Pansus, Mahfudz Siddiq, seusai rapat pleno Pansus di Gedung DPR, Senin (14/12/2009). Audit BPK, ungkapnya lagi, tidak menjelaskan tujuan kehadiran Marsilam dan serta tindak lanjut laporan UP3R kepada Presiden dan respons Presiden. Audit BPK hanya mencantumkan kehadiran Marsilam untuk memberikan pandangan tentang konsep bank gagal dan bank sistemik. Di laporan audit dicantumkan Marsilam memang tampak tak setuju. “Tapi, dia dapat pesan apa dari Presiden, kita enggak tahu. Kalau Pak Marsilam dipanggil ke sini, ya kami tanya, apa penugasan. Kalau melapor juga bagaimana, bagaimana responsnya,” kata politisi PKS ini. Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Pansus dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo. Dia juga mempertanyakan kehadiran Marsilam dalam rapat. “UP3R kan sudah bubar. Lantas apa kapasitasnya? Mewakili Presiden? Apa dia kredibel? Masalahnya bisa melebar kalau begini,” ujarnya.

Sumber : kompas

Pansus Century Tampak Minder Menghadapi Marsilam Simanjuntak ?

Jika anda menyaksikan kesaksian Marsilan Simanjuntak sejak awal kesaksiannya di depan sidang Pansus Century (Senin malam, 18/1/10), mungkin anda memiliki kesan yang sama dengan judul tulisan di atas.
Lebih dari itu tampaknya sejak awal kesaksian Marsilam, Pansus sepertinya terbawa arah pembicaraan Marsilam. Kesan minder tampaknya cukup jelas terlihat ketika giliran Bambang Soesatyo bertanya dia sempat berkata: “Kita semua kalah jam terbang dengan Pak Marsilam.”
Pada awal kesaksian sudah terlihat bagaimana Pansus sepertinya terbawa arah pembicaraan Marsilam ketika dia mempertanyakan soal hak dan kewajibannya selaku pihak yang diperiksa. Dia juga bertanya apakah jawaban yang diberikannya harus berdasarkan fakta atau boleh juga opini atau pendapat.
Pimpinan sidang Mahfud Sidik, lalu menerangkan kewajiban Marsilam dalam pemeriksaan adalah datang ke pemeriksaan dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Sedangkan Marsilam adalah berhak menjawab apa yang diketahuinya dan mengajukan permintaan terkait pemeriksaan.
Lebih jauh Mahfud Sidik menerangkan bahwa tidak dibatasi fakta atau opini. Jadi kalau saksi merasa relevan atau merasa bisa dijawab ya dijawab. Kalau tidak perlu boleh tidak menjawab disertai argumentasi.” Pernyataan Mahfud Sidik yang menyatakan boleh tidak menjawab jika perlu tapi disertai argumentasi tampaknya telah membuat Marsilam lebih menguasai arah perdebatan. Ini bisa dilihat pada saat ditanya Pasus, Marsilam justru bisa balik bertanya, melakukan interupsi, berdebat, dan bahkan mengeritik. Tampaknya di dalam menghadapi Marsilam anggota Pansus tidak bisa bersikap seperti mengghadapi saksi-saksi sebelumnya. Bahkan ketika Aziz Syamsudin meminta bukti tanda tangan dan paraf sebagai cross check kehadiran nya di rapat KSSK, Marsilam juga memperdebatkan hal tsb. Meski kemudian dia bersedia membubuhkan tanda tangan dan parafnya, Marsilam masih sempat berkilah: “Butuh tanda tangan berapa ? Tapi jangan disalahgunakan ya.” Selanjutnya melihat gaya kesaksian Marsilam seperti itu, Prof.Gayus Lumbun meminta Marsilam menggunakan etika dalam rapat DPR. “Ternyata saksi ini tidak punya etika. Tidak meminta izin saat berinterupsi,” kata Gayus. “Saya minta kita punya komitmen bersama untuk menjaga etika.” Setelah Prof.Gayus Lumbun mengatakan hal tsb, barulah tanya jawab Pansus dengan Marsilam berjalan lebih lancar meski tetap saja terlihat kalau Pansus tidak bisa bersikap seperti terhadap saksi-saksi sebelumnya.

Sumber : kompasiana

Marsilam Sering Potong Pertanyaan Anggota Pansus Diperingatkan

Jakarta, CyberNews. Karena seringnya memotong pertanyaan dari anggota pansus Century, Marsilam Simanjuntak mendapatkan teguran dari Gayus Lambuun dan Fraksi PDIP untuk menjaga etika. Anggota Pansus Century malam ini melemparkan banyak pertanyaan terkait dengan kedatangan Marsilam Simanjuntak dalam sidang KSSK serta UKP3R, sempat terjadi adu argumentasi antara Marsilam dengan salah satu anggota pansus dari Fraksi golkar, saat Azis anggota tersebut meminta tandatangan dari Marsilam. Suasana tiba-tiba mulai panas karena Marsilam seringkali memotong pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Azis maupun Melky dari FG, beberapa anggota pansus pun tiba-tiba mengajukan interupsi sehingga terjadi saling debat antar anggota pansus.  Melihat hal itu Gayus langsung meminta Marsilam untuk menggunakan etika dalam rapat DPR. Setelah rapat berlangsung 2,5 jam lebih, terlihat rapat mulai menunjukkan tanpa irama, bila pada awal rapat selalu dipenuhi interupsi dan perdebatan-perdebatan saat ini nyaris tidak terdengar interupasi, Senin (19/1). Fraksi PDI-P dan PKS dalam sesi tanya jawab berjalan datar-datar saja, anggota pansus dari PDIP Maruar Sirait yang selama ini pertanyaannya acap kali tajam malam ini tidak seperti biasanya.

Marsilam ketika didesak tentang apakah saran pendapatnya dalam pertemuan rapat bail out Century, didengar atau tidak oleh tim KSSK dia menjawab. “Didengar atau tidak bermanfaat atau tidak itu orang lain yang menilai,” ungkapnya. Pertanyaan cukup menarik disampaiakan oleh salah satu anggota dari Fraksi Golkar yang dipanggil Marsilam dengan sebutan Ibu Eva. Eva menanyakan perihal pembentukan UKP3R, dibentuk oleh siapa dan apakah mendapat gaji dan bertanggung jawab terhadap siapa. Atas pertanyaan tersebut dijawab dibentuk oleh presiden dan mendapatkan gaji.Eva pun mengembangkan pertanya tadi dengan pertanyaan lanjutan, kalau mendapat gaji laporan hasil kerja dilaporkan ke siapa. Dijawab kepada presiden, namun berkaitan dengan kasus Bank Century yang membuat laporan KSSk dan Menko Perekonomian yang melapor ke presiden, karena UKP3R hanya sebagai narasumber.

Rapat yang berlangsung marathon seharian ini membuat sejumlah anggota pansus kehabisan “energi” bahkan ada diantaranya yang beberapa kali terlihat mengantuk, rapat yang dipimpin wakil ketua Mahfud Sidiq dari Fraksi PKS saat ini masih berlangsung. Permintaan keterangan Pansus Angket Century terhadap Marsilam Simanjuntak sempat berlangsung memanas. Sesama anggota Pansus sempat ribut. Ada anggota Pansus yang meminta agar Pansus memegang etika. Marsilam juga sempat diprotes soal etika. Mantan Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) Marsilam Simanjuntak, beberapa kali menyela pertanyaan yang diajukan pansus. Marsilam juga berargumentasi dengan hati-hati.

Sumber : kompas

Pansus Duga Marsilam Utusan Presiden

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century DPR RI BambanG Soesatyo menengarai, kehadiran mantan Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) Marsilam Simanjuntak dalam rapat KSSK yang dipimpin Menkeu Sri Mulyani pada Novembver 2008 lalu bukanlah sebagai nara sumber,d an ada kemungkinan diutus Presiden untuk hadir dalam rapat membahas bailout Bank ‘abal-abal’ Century. “Saya punya fakta bapak (Marsilam, red) diundang bukan sebagai narsum. Ini surat rahasia, notulen rapat KSSK tanggal 21. Ini ditandatangani Boediono dan Sri Mulyani, ini dokumen otentik,” tegas Bambang Soesatyo (Fraksi Partai Golkar) dalam rapat Pansus Century yang menghadirkan Marsilam Simanjuntak untuk dimintai keterangan di Gedung DPR, Senayan, Senin (18/1) malam. Menurut Bambang, dalam notulen tersebut tertulis selain peserta rapat, ada Gubernur Bank Indonesia (Boediono), Ketua KSSK (Sri Mulyani) dan Ketua UKP3R. “Dalam pendapat dan saran, pertanyaan Marsilam juga dituliskan sebagai UKP3R bukan nara sumber, mohon ini sebagai catatan,” ungkap vokalis DPR ini.

Di depan Pansus Century DPR, Marsilam pun mengakui bahwa dirinya memang hadir dalam rapat KSSK sebagai Ketua UKP3R. “Status saya itu nara sumber dalam rapat. Kalau diri saya itu Marsilam, lebih jauh lagi saya sebagai Ketua UKP3R,” kilahnya. Pada kesempatan itu, anggota Pansus Aziz Syamsuddin juga mengungkapkan, dirinya memiliki bukti kehadiran Marsilam bukan sebagai nara sumber. “Saya juga punya bukti. Anda (Marsilam) mengisi daftar hadir dan menulisnya sebagai UKP3R dengan tangan anda sendiri pertama pada 3 Desember dan pada 24 nov 2008,” tegas politisi Golkar ini. “Saya sudah akui. Tandatangan dan paraf adalah sebagai nilai bukti,” jawab Marsilam pula. Sebelumnya, anggota Pansus Agun Gunanjar Sudarsa menanyakan transkrip rapat brainstorming dan kehadiran Marsilam dalam kapasitas apa. Marsilam menjelaskan, dirinya dipanggil dalam rapat KSSK tersebut dalam kapasitas

Sumber : Jakartapress

Marsilam Jelaskan Kapasitasnya Dalam Rapat KSSK

Mantan Kepala Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) Marsilam Simanjuntak menegaskan kehadirannya dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang memutuskan dana talangan Bank Century pada 20 November 2008 dalam kapasitas sebagai narasumber. Selain itu, ujarnya dalam rapat panitia khusus angket Bank Century DPR di Gedung DPR Jakarta, Senin malam, kehadirannya dalam rapat tersebut tidak diutus atau tidak mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya tidak diutus (presiden), saya tidak mewakili (presiden), dan saya tidak melapor kepada Presiden,” ujarnya.

Dijelaskannya pula bahwa dalam undangan tertulis Ketua KSSK Sri Mulyani dan Sekretaris KSSK Raden Pardede yang diterimanya disebutkan bahwa kehadiran dalam rapat yang menyetujui pengucuran dana talangan senilai Rp6,7 triliun itu hanya sebagai narasumber yang diharapkan memberikan masukan-masukan kepada KSSK. Mengenai kesimpang-siuran terkait status kehadirannya dalam rapat itu, Marsilam menilai hal tersebut bersumber dari transkrip yang tidak jelas, yakni dalam transkrip itu ada kata kurung Ketua UKP3R di belakang penyebutan nama Marsilam. Kehadiran Marsilam dalam rapat pengucuran dana talangan Rp6,7 triliun itu sempat menjadi sorotan setelah sebagian kalangan menganggap kehadiran Marsilam dalam rapat KSSK 20 November 2008 itu dalam kapasitas sebagai Kepala UKP3R yang mewakili Presiden Yudhoyono. Dengan asumsi Marsilam hadir sebagai Kepala UKP3R, maka Presiden SBY akan dianggap mengetahui keputusan mengucurkan dana talangan tersebut. Sebagaimana saksi-saksi lainnya, sesaat sebelum Marsilam memberikan kesaksiannya pimpinan panitia angket mengambil sumpah yang bersangkutan. Namun, sebelum Marsilam diambil sumpahnya, dia sempat mempertanyakan apa hak dan kewajibannya sebagai saksi yang akan diperiksa.

Marsilam yang mengenakan kemeja batik lengan panjang warna putih bercorak cokelat itu bertanya kepada Wakil Ketua Panitia Angket Mahfudz Sidiq yang memandu rapat tersebut apakah sidang itu berlangsung atas dasar UU 6/1954 tentang Hak Angket DPR. Atas pertanyaan Marsilam itu, Mahfudz menyatakan “ya” dan akan membacakan apa hak dan kewajiban Marsilam sebagai saksi/terperiksa setelah dilakukannya pengambilan sumpah. Marsilam akhirnya bersedia disumpah oleh rohaniwan dengan dibimbing oleh Wakil Ketua Panitia Angket lainnya, Yahya Sacawirya. Mantan Ketua UKP3R Marsilam Simanjuntak, Memenuhi undangan tim Pansus Bank Century, di Gedung Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18 / 1).

Sumber : antaranews.com

KORAN DEMOKRASI INDONESIA
http://korananakindonesia.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: