Oleh: Indonesian Children | Januari 19, 2010

PANSUS CENTURY – SUSNO DUAJI : Susno Duadji Siap Buka-bukaan di Pansus Century

PANSUS CENTURY – SUSNO DUAJI : Susno Duadji Siap Buka-bukaan di Pansus Century

1. Susno Duadji Siap Buka-bukaan di Pansus Century

Mantan Kabareskrim Polri Komjen (pol) Susno Duaji hari ini dijadwalkan bakal memberikan keterangan di rapat Panitia Khusus (Pansus) Kasus Bank Century hari ini. Susno pun mengaku siap datang memenuhi undangan Pansus untuk buka-bukaan.
 
“Sebagai warga negara yang baik, masa tidak datang  memenuhi panggilan (DPR),” ujar Susno Duaji, di Mabes Polri, Selasa (19/1), menjawab pertanyaan wartawan tentang rencana Pansus tersebut. Dalam kesempatan itu juga, Susno justru membantah keterangan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono, yang mengaku meminta Polri menangkap Robert Tantular. Susno justru memperkuat kesaksian mantan wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut Susno, perintah penangkapan itu memang datang dari Jusuf Kalla selaku Wapres. JK memerintahkan Kapolri Jendral (Pol) Bambang Hendarso Danuri. “Kemarin sudah saya katakan, yang bener yang JK,” ujarnya Susno singkat.

Sementara saat ditanya mengenai kasusnya di Mabes Polri, Susno, enggan berkomentar. Menurutnya hal itu mestinya ditanyakan ke Propam. Seperti sebelumnya jenderal bintang tiga itu, merasa tak bersalah meskipun dinilai melanggar aturan polri, kala menghadiri sidang Antasari Azhar, di PN Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. “Saya tidak ada masalah, saya ngga tau persis, masa orang datang ke pengadilan disidang (dipersoalkan),” tegasnya. Seperti diketahui, Mabes Polri telah merampungkan pemeriksaannya terhadap Susno. Namun sanksi apa dan bagaimana hasil pemeriksaan internal itu masih dirahasiakan. Bahkan saat kembali di konfirmasi wartawan sore kemarin, Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Edward Aritonang, masih  enggan berkomentar. “Tanya yang lain saja,” kilahnya seraya menegaskan, masalah ini telah diselesaikan secara internal dan hasilnya tidak dibuka ke publik.

Sumber : JPNN

2. Susno Duadji Siap Dipanggil Pansus Century

Bekas Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji siap bila dipanggil Pantia Khusus Angket Century. Dia berjanji akan membeberkan apa yang diketahuinya. “Kalau saya dianggap pas untuk memberikan keterangan, saya siap. Saya akan bantu sepanjang yang saya ketahui,” ujar Susno di Jakarta, Sabtu (12/12). Susno mengaku, tak akan ragu demi membantu negara. Menurut dia, dana bailout sebesar Rp 6,7 triliun yang dikucurkan ke Bank Century adalah duit pemerintah. “Duit dikucurkan akan bank [Century] bisa jalan,” kata Susno, santai.

Sumber : detik.com

3. Susno : Penangkapan Robert bukan Karena JK

Penangkapan Robert yang dilakukan Polri hanya berdasarkan fakta hukum bukan hanya karena perintah JK, demikian ungkap Susno Duadji di depan pansus Century (20/1/10) atas pertanyaan Ruhut.
“Jadi ini harus dketahui oleh masyarakat, bahwa selama ini dianggap JK sebagai pahlawan untuk menangkap Robert” Demikian dengan berapi-api Ruhut menimpali. Sebelumnya Susno juga mengaku bahwa sebenarnya untuk mengungkap kasus itu kabareskrim sudah menyiapkan beberapa data dan informasi sekitar 2 bulan bersama tim BI, Kejaksaan Agung dan Polri.
Saat berkunjung ke BI yang ditemuai staf deputi BI Siti F, Susno mengungkapkan sempat deputi Bi tersebut menanyakan apakah bukti untuk menangkap Robert sudah cukup. Tetapi selanjutnya setelah dijelaskan dan didiskusikan bersama bahwa bukti awal sudah cukup untuk menangkap Robert. Jadi, ngga ada masalah dengan BI saat itu, perbedaan pendapat adalah hal biasa toh akhirnya BI dan Polri bekerja sama untuk menangkap Robert, demikian Susno menandaskan.
Dalam penjelasan lainnya, Susno menepis bahwa tidak ada hambatan atau penolakan dari BI dalam upaya penagkapan Robert.

Sumber : Koran Demokrasi Indonesia

4. Diperiksa Pansus, Susno Duadji Bagi-bagikan Buku


Puluhan buku dibagikan sejumlah pria berpakaian polisi di Gedung DPR, tepatnya di depan Ruang Rapat Pansus Angket Kasus Bank Century, Rabu (20/1/2010). Pembagian buku itu dilakukan tak lama setelah mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji tiba untuk memberikan kesaksian di hadapan Pansus. Buku apa gerangan? Rupanya, buku-buku itu adalah buku karya Susno, juga buku yang bercerita tentang Susno. Kompas.com menjumpai, setidaknya ada tiga buku dengan judul berbeda. Buku berjudul Susno Duadji di Mata Pers adalah salah satunya. Dalam buku yang ditulis Achmad Setijaji dan Edi Nasution itu, dimuat beberapa artikel mengenai kiprah Susno selama menjadi pejabat Polri yang dimuat sejumlah media. Buku setebal 165 halaman itu bersampul depan beberapa foto Susno. Dua buku lainnya merupakan karangan Susno Duadji, berjudul Perjalanan KUHAP Seperempat Abad Lebih dan Selayang Pandang Praktik Pencucian Uang dan Kejahatan Asal. Tak jelas apa maksud Susno membagi-bagikan buku tersebut. Yang jelas, buku-buku itu langsung ludes diserbu para wartawan dan pegawai DPR yang bertugas di Pansus.

Sumer : kompas

5. Susno: Saya Tak Pernah Terlibat Pencairan Dana Boedi Sampoerna

Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen pol Susno Duadji mengaku tidak pernah terlibat dalam pencairan dana Boedi Sampoerna di Bank Century sebesar US$ 18 juta yang digelapkan oleh Dewi Tantular. Demikian disampaikan oleh mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen pol Susno Duadji dalam rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2010). “Saya tidak pernah terlibat dalam pencairan dana Boedi Sampoerna di Century, karena tugas kami adalah penyelidikan. Tidak pernah saya bikin surat untuk mencairkan dana Boedi Sampoerna,” ujarnya. Dalam rapat tersebut, anggota Pansus Tjaptur Sapto Edi bertanya kepada Susno mengenai informasi yang mengatakan ada 2 surat yang disampaikan Kabareskrim kepada Bank Century terkait dana Boedi Sampoerna. Susno menjawab, memang ada 2 surat yang dikirimkan oleh Kabareskrim kepada Bank Century, namun sama sekali tidak berkaitan dengan permintaan pencairan dana Boedi Sampoerna. “Dalam surat tersebut sama sekali tidak minta pencairan,” tegas Susno. Dikatakannya surat tersebut merupakan surat jawaban kepada manajemen Bank Century yang menanyakan mengenai status dana Boedi Sampoerna yang dibawa kabur Dewi Tantular. “Kami bilang kami tidak ada masalah, jadi mau dicairkan atau tidak, itu terserah pada mereka,” cetusnya.

Sumber : detik.com

6. Keterangan Boediono dan Susno Jangan Dipertentangkan

Juru Bicara Wakil Presiden Boediono, Yopie Hidayat, menyatakan, pernyataan Boediono yang pernah menjadi Gubernur Bank Indonesia jangan dipertentangkan dengan keterangan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen (Pol) Susno Duadji soal penangkapan mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular. “Pernyataan dan keterangan Pak Boediono dengan Pak Susno itu saling melengkapi. Sebagai wakil Pak Boediono, saya hanya menyampaikan fakta hukum saja bahwa pada tanggal 25 November 2008, Bank Indonesia (BI) sudah melaporkan tindak pidana perbankan Robert Tantular dan pemilik bank lainnya ke Mabes Polri,” tandas Yopie, dalam keterangan pers, di Istana Wapres, Rabu (20/1/2010) sore. Yopie sebelumnya dimintai tanggapannya oleh pers seputar keterangan Susno di Panitia Khusus (Pansus) DPR tentang Bank Century. Boediono, dalam pernyataannya ke pers saat kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat pekan lalu, mengatakan dirinya memang diperintah Kalla untuk menangkap Robert Tantular. Namun, buktinya kurang cukup sehingga ia tidak berani. Akan tetapi, kemudian ia memerintah petugas BI untuk melaporkan ke Mabes Polri. Dengan demikian, penangkapan Robert Tantular didasari dengan bukti-bukti yang diserahkan BI.

Sebelumnya, dalam keterangannya di Pansus, Rabu pagi hingga sore ini, Susno mengatakan bahwa perintah penangkapan datang dari Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri setelah diperintahkan oleh Jusuf Kalla yang waktu itu Wakil Presiden pada tanggal 25 November 2008. Menurut Susno, Surat BI yang melaporkan tindak pidana Robert Tantular ke Mabes Polri dikirimkan setelah Robert ditangkap anak buahnya. Susno mengaku ketika mendapat perintah menangkap, ia datang lebih dulu ke BI untuk menanyakan bukti-bukti. Di sana, Susno mengaku bertemu dengan salah satu Deputi Gubernur BI Siti CH Fadjriah, yang mengatakan bukti-buktinya belum ada untuk bisa menangkap Robert. Namun, saat berbicara dengan Sit Fadjriah, Susno mengaku tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi karena ada pesan layanan singkat (SMS) anak buahnya yang menceritakan Robert sudah tertangkap. Bukti-bukti dari BI datang dua hari setelah hari Robert ditangkap. “Perintah Pak Kalla kan secara eksekutif dan secara formalnya diikuti laporan dari BI di hari yang sama. Jadi, keduanya saling melengkapi dan jangan dipertentangkan,” lanjut Yopie. Yopie mengaku tidak tahu jam berapa surat BI masuk ke Mabes Polri terkait permintaan penangkapan Robert

Sumber : kompas

7. BI Sudah Laporkan Robert Tantular ke Mabes

Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat mengatakan, Bank Indonesia (BI) sudah melaporkan tindak pidana yang dilakukan pemegang saham Bank Century, Robert Tantular ke Mabes Polri pada 25 Nopember 2008. “Jadi faktanya BI sudah melaporkan Robert Tantular ke Bareskrim Mabes Polri pada 25 Nopember 2008,” kata Yopie Hidayat kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta. Lebih lanjut Yopie membacakan foto copy surat laporan yang dibuat salah seorang pegawai BI bernama Hizbullah. Laporan ke Bareskrim tersebut diterima oleh petugas Ipda, R Sulistiawan dengan tanda bukti lapor Nopol; TBL/531/XI/2008/SIAGA I. Dalam surat tersebut, yang dilaporkan adalah Robert Tantular, Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi. Namun ketika ditanyakan pada pukul berapa surat laporan tersebut disampaikan ke Bareskrim, Yopie tidak mengetahui persis. Sementara itu, Mantan Kabareskrim Susno Duadji dalam rapat Pansus Angket Century di DPR menegaskan, bahwa surat laporan BI diterima Bareskrim setelah Robert Tantular ditangkap. Sebelumnya dalam kesaksian mantan Wapres M Jusuf Kalla di Pansus Angket mengatakan, telah memerintahkan Kapolri untuk menangkap pemegang saham Bank Century Robert Tantular karena tindak pidana perbankan. Menurut Yopie, tindakan yang dilakukan Wapres (waktu itu) Jusuf Kalla maupun Gubernur BI Boediono sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. “Wapres JK sudah menjalankan tugasnya sesuai kapasitasnya dan pak Boediono sebagai Gubernur BI, lebih berhati-hati sesuai dengan prosedur perbankan,” kata Yopie.

Fakta tersebut menjelaskan, bahwa BI sudah mempersiapkan tindakan hukum pada Robert Tantular dan kawan-kawan. “Tanggal 21 Nopember 2008 Gubernur BI Boediono mengajukan surat pencekalan kepada Menkeu Sri Mulyani,” kata Yopie. Surat permintaan cekal tersebut dimintakan BI ke Menkeu. Surat pencekalan tersebut ditujukan kepada delapan orang yakni Komisaris Utama Bank Century Soelaiman AB, Purwanto Kamiadi (komisaris), Rusli Prakarsa (Komisaris), Hermanus Hasan Muslim (Dirut), Hamidi (Wakil Direktur), Lila K Gondokusumo (Dirut pemasaran), Edward Situmorang (Direktur kepatuhan) dan Robert Tantular (pemegang saham). Namun dalam kesaksian mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji mengatakan, Robert Tantular pada 21 Nopember 2008 pergi ke Singapura dan kembali ke Indonesia pada 23 Nopember 2008. Kemudian 25 Nopember 2008 Robert Tantular ditangkap.

8. Susno: Tidak Ada Parpol Dalam Aliran Century

Mantan Kabareskrim, Polri Komjen Susno Duadji mengemukakan, Mabes Polri sudah memeriksa aliran dana dari Bank Century dan dari hasil penyelidikan itu, tidak ditemukan nama-nama tokoh politik atau rekening suatu parpol, saat menyampaikan kesaksiannya di depan panitia angket Bank Century di Gedung DPR Jakarta, Rabu (20/1). Susno menegaskan, pihaknya pernah memeriksa aliran dana yang dirampok Robert Tantular melalui Bank Century. “Terkait Bank Century ini, aliran dana nasabah yang dimaling Robert Tantular cs itu nama-nama nasabah itu juga ada di sini,” katanya. Dia mengemukakan, ada ribuan aliran dana dari Bank Century itu dan dari keseluruhan nama dan rekening yang diperiksa itu tidak ada ada satu partai pun yang masuk dalam aliran dana tersebut. Pemeriksaan aliran dana Bank Century itu, terkait dengan produk Antaboga yang dikeluarkan bank bermasalah itu. Penjelasan Susno tersebut, terkait dengan pertanyaan anggota panitia angket yang menanyakan seputar informasi, bahwa dalam data transaksi Century yang ada di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ada sejumlah nama yang mirip tokoh atau politisi. Terkait dengan pengejaran aset-aset Robert Tantular, Susno mengungkapkan, pemerintah Singapura ternyata juga siap memberikan bantuannya kepada Indonesia untuk menelusuri rekening yang bersangkutan. “Ini merupakan yang pertama kalinya terjadi. Singapura baru-baru ini memberitahu rekening Robert,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak Singapura diketahui, bahwa jumlah aset dalam rekening Tantular di negara tersebut cukup besar. Selain Singapura, menurut Susno, negara lain yang telah bersedia memberikan bantuannya untuk menelusuri aset bermasalah itu adalah Australia. “Pada Senin pekan depan, Australia, Inggris dan Hong Kong akan datang ke Indonesia terkait aset-aset Robert di luar negeri,” ujarnya seraya menambahkan, bahwa Robert bersama pemegang saham Century lainnya menyimpan uang di luar negeri. Namun, kata Susno lagi, kebanyakan dari aset-aset tersebut sudah dibekukan. Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Panitia Angket Century, Yahya Sacawirya itu, kericuhan antaranggota panitia angket kembali mewarnai rapat itu, yakni antara Ruhut Sitompul (FPD) dengan Maruarar Sirait (FPDIP), terkait aliran dana Bank Century yang diselidiki Bareskrim Polri.

Maruarar merasa tersinggung, setelah Ruhut berulangkali menyindir Maruarar yang selalu mempertanyakan hal yang sama kepada setiap saksi yang dipanggil DPR. Melalui pimpinan panitia angket, politisi PDIP itu memprotes bahwa berdasarkan kesepakatan sebelumnya sesama anggota tidak diperkenankan untuk mengomentari satu-persatu anggota pansus. “Kalau mau konsekuen sebagai fraksi pansus, jangan mengomentari. Ayo, saya bisa saja komentari satu per satu orang kalau mau, tapi saya menahan diri, saya konsekuen. Kita fokus bertanya pada Pak Susno saat ini,” kata Maruarar seraya menambahkan bahwa atas nama PDIP pihaknya konsekuen dengan tidak akan menyebut nama partai.

Sumber : tvone

9. Susno: Robert Tantular Licik, Ibarat Pakai Oli

Fakta baru terungkap dalam rapat Pansus Kasus Bank Century saat memanggil mantan Kabareskrim Komjen Susno Duaji, Rabu (20/1). Kepada para anggota Pansus, pihak Bank Indonesia (BI) baru memberikan data, setelah Robert Tantular ditangkap pada 25 November 2008. Ketika itu, diakui Susno,BI menyatakan kepadanya dugaan kepada Robert belum cukup bukti.

Susno juga mengungkapkan, sebenarnya pihak BI tahu permasalahan Robert Tantular sebelum ditangkap. Robert Tantular, kata Susno, ditangkap karena adanya dugaan awal terkait kredit macet, kredit tanpa agunan, serta dugaan kredit fiktif. . Anggota Pansus, Ahmad Muzani sempat bertanya kepada Susno Duaji, apakah sepakat bila mengatakan Robert Tantular orang yang lihai. “Dia (Robert Tantular), bukan lihai lagi, tapi licik, ibarat pakai oli,” kata Susno Duaji yang membuat tawa para anggota Pansus Kasus Bank Century. Hampir seluruh anggota Pansus sempat mempertanyakan penangkapan Robert Tantular yang kemudian dijawab Susno Duaji, penangkapan, setelah ada perintah Kapolri Jendral Polisi Bambang Hendarso Danuri setelah ditelfon Wapres Jusuf Kalla ketika itu. Akbar Faisal (Hanura) sempat bertanya kepada Susno yang mendatangi BI terkesan dihalang-halangi sebelum penangkapan Robert Tantular. BI, kata Susno, bukan menghalang-halangi, akan tetapi tidak memberikan data soal Robert karena tidak cukup bukti.

“Saya katakan, saya datang ke sini (ke BI)  untuk memberi informasi menangkap Robert Tantular.  Walau tidak diberi izin, tetap ditangkap,” kata Susno seraya mengakui, ketika itu ia ditemui oleh Siti Fadjriyah (mantan Deputi Gubernur BI bidang pengawasan). Terkait pertanyaan anggota Pansus soal penangkapan Robert Tantular Susno menjawab lagi; Saya diperintahkan Pak Kapolri. Kapolri panggil saya. Perintah Kapolri pendek, tangkap ini, saya pendek juga,” kata Susno di depan anggota Pansus. Sebelumnya, di depan anggota Pansus Kasus Bank Century, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla  menyatakan perintah penangkapan Robert datang dari dirinya. Jusuf Kalla menelepon langsung Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri untuk segera menangkap Robert Tantular. “Waktu itu saya melihat karena ini kejahatan perbankan, selayaknya BI yang laporkan. Tidak ada dasar hukumnya, katanya (Boediono). Maka, saya sebagai wapres tahu ada tindak kejahatan, maka saya  akan laporkan. Alasan beliau (Boediono) tidak ada dasar hukumnya untuk ditangkap,” kata Jusuf Kalla di depan anggota Pansus Century, pada  Kamis (14/1) lalu.

Susno Duaji kemudian mempertegas lagi pernyataan Jusuf Kalla pada, Selasa (19/1) kemarin yang menyatakan penangkapan Robert atas perintah Jusuf Kalla melalui Kapolri.“Sama seperti yang saya sampaikan kemarin-kemarin. Yang perintahkan (penangkapan) ya Pak JK,” ujarnya “Saya tidak tahu, kenapa BI tidak tahu. Selain itu, BI juga baru memberikan dokumen mengenai penyimpangan Ban Century setelah Robert ditahan. Yaitu, 2 hari setelah Robert ditahan (25 November), BI baru memberikan dokumen lengkap,” Susno menegaskan di depan anggota Pansus Kasus Bank Century DPR. (persda network/yat/ade)

Sumber : tribun

9. Faisal Basri: Susno Tak Layak Dipercaya

Mantan Kabareskrim Susno Duadji dalam laporannya menyebut, akan menyidik Boediono karena diduga terkait skandal bailout Century. Namun, hal itu tidak dipercaya Ekonom Faisal Basri. Pada rapat Pansus Century, Jumat (22/1) dini hari di Gedung DPR, Jakarta, anggota pansus dari Fraksi PDIP Maruarar Sirait menanyakan terkait laporan Susno tersebut kepada Faisal Basri yang menjadi ahli dalam rapat tersebut.

“Dari apa yang disampaikan oleh Pak Susno pada point C, apa bisa disampaikan saudara siapa yang bertanggung jawab?” tanya pria yang akrab disapa Ara itu. Faisal pun menjawab, dirinya tidak ingin menanggapi apa yang jadi laporan Susno itu. Menurutnya, Susno tidak layak untuk dipercauai. “Buat apa saya merespon sesuatu yang meragukan itu, sorry to say. Saya mendengar apa yang disampaikan oleh beliau, tapi saya juga dengar banyak yang kurang baik tentang dia. Saya tidak mempercayai pak susno, seperti saya juga tidak percaya Robert Tantular,” jawabnya. Point C yang dimaksud Ara itu adalah pada laporan penangan kasus Century yang disampaikan Susno tertulis; Bareskrim tidak memprioritaskan penyidikan kasus penyertaan dana LPS sebesar Rp6,762 triliun dikarenakan pertimbangan sebagai berikut:

“Ada di antara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti Pemilu Wakil Presiden, yang tentunya kalau langsung disidik akan terjadi kehebohan, walaupun sebenarnya untuk membuktikan adanya korupsi dalam kasus penyertaan modal dari LPS senilai Rp 6,762 triliun ke Bank Century tidak terlalu sulit.”

KORAN DEMOKRASI INDONESIA
https://korandemokrasiindonesia.wordpress.com


Responses

  1. semoga tidak menambah masalah lagi untuk bangsa ini..

    ==========================================
    This is about Open Source !

    All Entertainment You Need !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: