Oleh: Indonesian Children | April 11, 2010

Dicurigai Berperan Sentral Dalam Cek Pelawat, Nunun Pelupa Berat

Dicurigai Berperan Sentral Dalam Cek Pelawat, Nunun Pelupa berat

Komisi Pemberantasan Korupsi mengajukan permohonan cegah atas nama Nunun Nurbaeti. Nunun dianggap sebagai saksi penting dalam kasus dugaan suap yang menyeret empat anggota DPR periode 1999-2004. “Benar, sejak 24 Maret lalu,” ujar juru Bicara KPK, Johan Budi, saat dihubungi VIVAnews, Sabtu, 10 April 2010. KPK berasalan, keterangan Nunun sangat penting dalam pengembangan penyidikan kasus travel cheque saat pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang memenangkan Miranda S Goeltom pada tahun 2004. Nunun Daradjatun disebut memiliki peran sentral dalam kasus cek pelawat ini. Dalam surat dakwaan, empat terdakwa menerima cek perjalanan dari Nunun Nurbaeti Daradjatun melalui Ahmad Hakim Safari Malangjudo alias Arie Malang Judo. Cek itu diterima karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya dari Nunun Nurbaeti Daradjatun terkait pemilihan Miranda Swaray Goeltom menjadi Deputi Gubernur Senior BI. Nilai keseluruhan cek adalah sekitar Rp 24 miliar.

“Biar sewaktu-waktu pemeriksaan dia ada,” kata Johan.  Seperti diketahui, Nunun kerap mangkir sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Selain kerap menggunakan alasan sakit lupa berat (amnesia), isteri Adang Daradjatun itu juga sering beralasan sedang berada di luar kota.

Meski sudah melayangkan cegah ke Imigrasi, KPK belum meningkatkan status Nunun sebagai tersangka. “Kita lihat sejauh mana perkembangan di pengadilan,” kata dia.  Sebelumnya, Johan Budi mengatakan, pihak KPK tak akan tinggal diam dengan penyakit lupa berat yang diidap Nunun. KPK akan menyiapkan dokter independen untuk mengecek kebenaran penyakit tersebut.

Nunun Daradjatun disebut memiliki peran sentral dalam kasus tersebut. Dalam surat dakwaan, empat terdakwa menerima cek perjalanan dari Nunun Nurbaeti Daradjatun melalui Ahmad Hakim Safari Malangjudo alias Arie Malang Judo. Cek itu diterima karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya dari Nunun Nurbaeti Daradjatun terkait pemilihan Miranda Swaray Goeltom menjadi Deputi Gubernur Senior BI. Nilai keseluruhan cek adalah sekitar Rp 24 miliar.

Nunun Nurbaeti Daradjatun telah divonis menderita amnesia berat. Akibat penyakit ini, istri mantan Wakil Kepala Polri itu tidak bisa bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. “Ibu Nunun menderita amnesia antrograf dan retrograf, yakni amnesia jangka pendek dan jangka panjang,” kata dr Andreas Harry. Andreas menjelaskan, akibat penyakit ini, Nunun dipastikan tidak dapat mengingat kejadian-kejadian yang baru terjadi. “Bahkan hingga dua tahun silam,” ujarnya.

“Dia (Nunun) cenderung tidak konsisten dalam memberikan keterangan. Dan itu akan membahayakan diri sendiri dan orang lain,” jelas dr Andreas Harry Sp S(K), Ahli Penyakit Saraf, Selasa 6 April 2010. Secara pribadi, tambah dr Andreas, pihaknya telah diminta oleh Adang Daradjatun (suami Nunun) untuk menceritakan yang sebenarnya tentang penyakit wanita yang telah beberapa kali mangkir dalam persidangan itu. “Dalam kode etik medis, tidak dibenarkan menceritakan secara rinci. Tapi ini atas permintaan suami dari pasien, maka saya bisa menjelaskan tentang kondisi dan penyakit ibu Nunun,” paparnya.

Nunun Nurbaeti Daradjatun sudah dua kali tidak menghadiri sidang sebagai saksi perkara suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.  Dalam dua kesempatan sidang itu, Nunun mengirimkan surat keterangan kepada jaksa dan hakim. Istri mantan Wakil Kepala Polri Komjen (Purn) Adang Daradjatun itu mengaku sedang mengalami sakit pelupa berat.

Dr Andreas Harry, menceritakan sejarah penyakit pelupa berat Nunun itu. Menurutnya, Nunun divonis menderita amnesia berat sejak September tahun 2006.  “Saya menangani ibu Nunun sudah 3,5 tahun, mulai dari gejala awal sampai saat ini,” kata Andreas di RS Gading Pluit, Jakarta. Awalnya Ibu Nunun datang dengan keluhan sakit di sekujur badan. Lalu pada 25 Juli 2009, ibu Nunun mengalami stroke sebelah kiri. Setelah berhasil disembuhkan, Ibu Nunun mengalami Amnesia pada 15 November 2009 oleh dr Sidiarto Kusumoputro. Amnesia yang diderita Ibu Nunun, merupakan penyakit yang muncul paska stroke. Setelah itu, pada 2 dan 15 Maret 2010, Ibu Nunun menjalani Physical Matric Testing di Singapura. Dan hasilnya, memory diclyne atau gangguan fungsi memori otak.

Second opinion

Komisi Pemberantasan Korupsi akan mencari kebenaran apakah Nunun Nurbaeti Daradjatun benar menderita sakit pelupa berat atau tidak. KPK pun akan mempersiapkan dokter independen. “Tapi sebelumnya, kami akan panggil yang bersangkutan dulu,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di Gedung KPK, Jakarta, Senin 5 April 2010. Jika tak memenuhi panggilan, lanjut Johan, KPK akan memeriksa istri mantan Wakil Kepala Polri, Komjen (Purn) Adang Daradjatun itu dengan dokter KPK atau dokter independen. “Ini untuk mencari second opinion,” ujarnya.

dari berbagai sumber

KORAN DEMOKRASI INDONESIA


Responses

  1. […] https://korandemokrasiindonesia.wordpress.com/2010/04/11/dicurigai-berperan-sentral-dalam-cek-pelawat… […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: