Oleh: Indonesian Children | November 11, 2010

Kronologis Kehebatan Gayus Keluar Dari Rutan Brimob

Kronologis Kehebatan Gayus Keluar Dari Rutan Brimob

Berita heboh kembali menampar penegak hukum di negeri ini. Pelakunya tak asing lagi si “News Makers Gayus Tambunan”. Terdakwa dengan tuduhan mafia hukum pajak ini kembali membuat ulah yang menghebohkan. Kali ini sang “News Makers” ini dapat melenggang secara bebas dari rutan yang terkenal sangat ketat di rutan brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat.

Gayus dikeluarkan dari rutan Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk berobat. Namun, rupanya mantan pegawai pajak tersebut kembali ke rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sementara itu, ada foto pria yang mirip dirinya saat sedang menonton turnamen tenis di Bali. Namun, Gayus telah menyangkal foto itu adalah dirinya.

Karena masalah yang memalukan itu akhirnya secara mendadak 9 Petugas jaga rutan termasuk Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan Suyitno telah dicopot dari jabatannya terkait hal ini.

Kronologis Keluarnya Gayus

Gayus dikeluarkan dari Rutan Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, untuk  berobat pada Jumat 5 November. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, dia tidak juga kembali ke Rutan Mako Brimob. Usut punya usut, mantan pegawai pajak tersebut ternyata sempat pulang ke rumah mewahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Gayus keluar dari tahanan Mako Brimob pada Sabtu pagi. Informasi yang beredar dia menemui istrinya di sebuah hotel sekaligus menghadiri resepsi. Gayus beralasan dia hendak keluar untuk berobat karena diserang sakit.

Tapi di sisi lain, ada foto pria yang sangat mirip Gayus sedang menonton turnamen tenis di Bali. Pria mirip Gayus itu dijepret sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat 5 November.

Pria tersebut juga disebut-sebut terlihat di Hotel Westin bersama seorang wanita. Namun saat dikonfirmasi mengenai hal ini, pihak Hotel Westin memastikan tidak menerima tamu atas nama Gayus Tambunan selama turnamen tenis itu berlangsung. Hotel Westin bahkan mempersilakan polisi memeriksa rekaman CCTV yang ditempatkan di berbagai tempat strategis jika diperlukan.

Gayus sendiri menyangkal dirinya sempat melancong ke Bali untuk menonton turnamen tenis. Dia mengaku tetap berada di sel tahanannya.

Menurut berita yang disiarkan stasiun televisi swasta dalam berita sorenya telah dipaparkan kronologis keluarnya gayus dari rutan brimob kelapa dua

Dalam reka ulang tersebut tampak Gayus di bonceng oleh petugas menuju keluar yang sudah ditunggu oleh mobil Ford yang membawanya keluar.
Menurut sumber informasi stasiun televisi tersebut, Gayus menyuap sejumlah petugas untuk bisa ‘melenggang’ bebas di luar rutan sekitar 300 juta. Juga membayar 1,5 juta perminggu sebanyak 8 orang

Bahkan sumber itu juga menyebut bahwa sejak bulan Juli hingga November Gayus sudah keluar sebanyak 86 kali.

Kapolri Tindak Tegas

Kapolri Komjen Timur Pradopo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus “bebasnya” terdakwa mafia pajak dan pencucian uang, Gayus Halomoan Tambunan. Menurut Kapolri, kasus ini bakal menjadi preseden buruk bagi Polri.

Tahanan yang diizinkan keluar untuk berobat seharusnya tetap dikawal petugas. Hal inilah yang besar kemungkinan tidak dilakukan terhadap Gayus. “Jadi awalnya meminta izin, alasan tidak enak badan, untuk berobat. Oleh Kepala Rutan Bareskrim diizinkan. Karena sudah terlanjur di luar, pulangnya terlambat. Apakah ada negosiasi dengan petugas sehingga terlambat itu yg masih kita selidiki,” katanya.

Saat ini Propam Polri tengah memeriksa sembilan orang yang ditengarai terlibat dalam kasus itu, termasuk kepala rutan Mako Brimob Kompol Iwan Siswanto. Mereka diperiksa setelah Kabareskrim polri Komjen Pol Ito Sumardi langsung melaporkan insiden itu ke Propam. “Pemeriksaan masih dilakukan. Termasuk kepala rutannya,” ujarKadiv Humas Polri Irjen Pol Iskandar Hasan.

Iskandar mengaku belum mengetahui apakah kesembilan oknum polri itu telah ditahan atas insiden itu atau belum. “Kita belum tahu, saya juga belum dapat data dari pemeriksaan Propam. Sanksi nanti dilihat apakah kena sanksi disiplin kode etik atau ada pidananya. Kalau ada penyuapan ya dipidana,” ungkapnya

Tidak Cuma Gayus

Cerita seorang tahanan bisa mudah keluar masuk rutan bukan cerita baru di republik ini. Modus seperti ini sering terjadi di rutan-rutan yang rawan korupsi.

“Orang yang ditahan bisa keluar masuk emang cuma Gayus? Banyak itu modusnya,” kata Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki seperti yang dikutip dari media online detik.com. Teten menjelaskan, ‘bebasnya’ Gayus melenggang di luar rutan karena menajemen dan reformasi belum berjalan sepenuhnya. Praktik suap dan korupsi masih menjadi momok bagi sipir maupun lembaga pemasyarakatan. “Selalu saja karena motif uang. Suap dan korup. Perilaku-perilaku ini problemnya adalah reformasi birokrasi belum tercapai,” jelasnya. Teten menyayangkan Mabes Polri bisa kebobolan Gayus. Ia mendesak agar Kapolri baru segera menindak oknum-oknum yang terlibat. “Penyakit lama ini. Mau tidak mau harus segera diselesaikan,” tegasnya.

KORAN DEMOKRASI INDONESIA

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com 

https://korandemokrasiindonesia.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2010, Koran Demokrasi Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: